Selasa, 31 Maret 2015

Dialektika Ala Kim Smart :"Untuk Keseimbangan Alam Semesta!"

Kawan,
Ada banyak hal yang tak bisa ku jelaskan
Sesuatu yang ku ketahui yang mungkin tak kau ketahui
Sesuatu yang ku lihat yang mungkin tak tak tampak olehmu
Sesuatu yang ku percayai yang mungkin bagimu hanyalah lelucon

Kawan,
Semua itu memang asumsiku
Dan belum bisa ku buktikan secara ilmiah
Karena memang masih berupa prediksi dari sebuah analisis
Atas kumpulan data yang ku dapatkan
Data-data yang bersifat kualitatif dan kuantitatif'
Tetapi tak bisa ku publish secara blak-blakkan
Karena dikhawatikan akan muncul gejolak
Di antara mereka
Bahkan diantara kita
Dan aku belum siap untuk kehilangan kalian
Karena asumsi itu akan mengarahkan sebuah tuduhan kepadaku
Bahwa aku gila dengan semua prediksiku

Tetapi ketika sejarah coba diingat,
Bukankah Rasulullah pun pernah dianggap gila dengan pernyataan-pernyataannya
Einstein diangap tak waras dengan temuan-temuannya
Dan Galileo dipaksa bersujud mengakui kesalahan dari hasil belajarnya
Dan aku belum setangguh mereka
Untuk menjalani kehidupan terasing
Yang mungkin akan hadir
Apalagi sampai kehilangan kalian

Kawan,
Jika boleh mengajukan permintaan kepadamu
Maka aku hanya hanya akan meminta
Percayalah dengan apa yang ku katakan
Ikuti jalan yang coba ku buat untuk kalian
Tujuannya satu
Untuk keseimbangan alam semesta!
Sehingga perjuangan yang kita lakukan
Bukan hanya sebuah lelucon yang terangkum
Dalam sebuah adegan sandiwara!

Reyna : "Menungu"

Setiap hari,
Aku selalu menunggu kabar darimu
Kabar yang tak kunjung datang
Yang mencoba menanamkan syak wasangka di pikiranku

Tetapi kau tak perlu khwatir
Hal itu tak pernah ku biarkan terjadi
Aku selalu setia menunggu
Menanti setiap kabar yang tak kunjung datang!

Kau sibuk, Bisa jadi!
Dan mungkin tak sempat memikirkanku,
Atau mungkin sedang memikirkan perempuan lain,
Akh, begitu cintanya kah aku padamu
Sehingga aku begitu rela ketika kemungkinan itu terjadi

Bukan, kurasa bukan karena itu,
Aku hanya percaya tentang janji Tuhan
Bahwa perempuan yang baik untuk laki-laki baik
Karena apapun yang terjadi
Tak lepas dari kuasa-Nya.
Dan Dia Maha Tahu apa yang terbaik untuk kita
Untukku dan untukmu!

Catatan:
Untuk kawanku Reyna, terima kasih atas cerita-cerita yang dipercayakan kepadaku.
Izinkan aku mengabadikan cerita itu lewat tulisan-tulisanku
Sebagai ungkapan bahwa aku begitu mengagumi ketulusan hatimu
Mencintai dan menyayangi!
Dan mungkin aku harus belajar banyak lagi 
Agar bisa menuliskan cinta sucimu dengan sebaik mungkin!

Reyna : "Jangan Bersedih Lagi!"

Dua kali kau pergi
Meninggalkanku dalam senyum yang coba ku buat untukmu
Ikut berbahagia atas kebahagiaan yang coba kau bangun

Tetapi mengapa kau harus menyanyi lagi
Dengan lagu yang sama
Yang mengatakan bahwa hidupmu sekarang terasa berat
Mencoba tegar dengan segala hal yang kau hadapi
Mengapa pula aku harus merasa memahami
Setiap kata yang kau ungkapkan dalam lagu itu

Seharusnya kau berbahagia sekarang
Bersama pilihan yang telah kau ambil
Dan aku pun seharusnya mengabaikanmu
Tetapi mengapa aku masih saja
Memberikan perhatian
Meski pada kata-kata yang kau tulis
Dan kata-kata yang kau nyanyikan.

Cinta,
Masihkah itu bersemayam?
Tak tahu lah,
Yang ku tahu adalah
Aku selalu merasa faham dengan apa yang kau rasakan
Pemahaman yang muncul setelah mendengarkan
Lagu-lagu yang kau nyanyikan!

Cinta,
Kau terlalu naif untuk menyadarinya
Terlalu rendah ketika kau mengukurnya dari status sosial
Mengapa kau melakukan itu
Mengapa kau tak mengakuinya saja
Mengakui bahwa
Sebenarnya akulah yang kau cintai
Akulah yang kau butuhkan
Bukan dia
Bukan orang lain
Tetapi aku
Dan hanya aku
Dan sadarkah kau
Bahwa kau mengungkapkan itu
Dengan tatapan matamu
Dan senyum yang coba kau paksakan
Dalam kepura-puraan
Pura-pura bahagia
Dalam ketidakfahamanmu
Atas pilihan yang kau ambil

Ah, ternyata baru kusadari
Bahwa kita memiliki satu kesamaan
Suka berpura-pura!

Minggu, 29 Maret 2015

Dialektika Ala Kim Smart : "Ilmu Pengetahuan atau Gelar?"

Mengapa harus melakukan perjalanan panjang
Menghabiskan tenaga , waktu dan pikiran
Hanya untuk mencari ilmu pengetahuan
Melintasi samudra dan pegunungan
Padahal dunia sudah berubah
Dan memanjakanmu dengan ilmu pengetahuan itu
Merayumu untuk mendekatinya
Bahkan bercinta dengannya
Tetapi tunggu dulu
Benarkah ilmu yang kau cari?
Atau jangan-jangan bukan itu yang kau kejar
Melainkan sebuah pengakuan
Yang terlegalkan dalam gelar yang akan kau sandang.

Lalu jika gelar itu telah kau dapatkan
Tetapi ternyata itu hanya berguna untuk dirimu
Lebih tepatnya kepuasan dirimu
Merasa bangga dengan titel yang terpampang di samping namamu
Tetapi ingat merasa itu tak bermanfaat bagi orang lain
Bahkan jika itu kau tunjukkan dengan over dosis
Kau akan merasa kesepian
Dan menyadari bukan itu sebenarnya yang kau cari!

Lalu apa?
Kau bertanya kepadaku?
Perlukah ku jelaskan secara detil tentang itu?
Padahal kau memiliki otak untuk berfikir dan mencari tahu
Atau jangan-jangan otakmu sekarang terlalu tumpul
Untuk menjawab pertanyaan apa, mengapa dan bagaimana?

Dialektika Ala Kim Smart : Segaris Massa!

Segaris massa,
Bukan berarti kau harus merubah identitas dirimu
Apalagi mentransformasikan diri seperti mereka
Atau mengganti sampul yang kau gunakan
Dan berprilaku seperti mereka

Tetapi,
Segaris massa adalah
Kau mencintai mereka
Menyayangi mereka dengan tulus
Memahami dan merasakan apa yang mereka rasakan
Dengan segenap jiwa
Berjuang bersama mereka
Mewujudkan kehidupan yang adil dan lestari
Untuk kemaslahatan umat.

Karena perubahan adalah karya massa
Bukan karya segelintir orang!

Senin, 16 Maret 2015

Sebuah Rahasia!

Aku memiliki lembaran itu sudah cukup lama
Tetapi tidak pernah ku perhatikan
Memang pernah beberapa kali kulihat
Ada beberapa hurup yang terangkai disana
Tetapi baru hari ini kuperhatikan
Dan ternyata memuat sebuah informasi yang cukup sensitif
Yang tak boleh terekspos kepada siapapun
Tetapi ternyata akhirnya
Alam semeta memilihku
Untuk mengetahui informasi itu

Informasi ini terkait dengan kecemburuan seorang perempuan terhadap seorang perempuan lain
Yang dekat dengan kekasihnya
Sebuah kecemburuan yang hadir dari suara hati
Yang coba disangkal oleh realita
Karena memang tak pernah terdeklamasikan sebuah hubungan lain
Kecuali perasaan-perasaan yang mungkin berkeliaran di alam semesta
Tanpa pernah terucapkan,

Ah, bagaimana mungkin aku bisa mengatakan hal itu?
Mungkin saja perasaan itu pernah terucap
Namun hanya terdengar oleh mereka berdua
Yang kemudian dirasakan oleh si perempuan sang kekasih
Dan secara perlahan membuat hati perempuan itu resah
Menahan cemburu yang tak bisa ia buktikan secara ilmiah

Yang ku tanyakan,
Mengapa alam semesta memilihku untuk mengetahui informasi itu?
Apakah alam semesta percaya bahwa aku bisa menjaga kerahasiaan dari fakta itu?
Atau ini bagian dari kronologi yang diberikan alam semesta
Atas pertanyaan yang pernah ku ajukan bebeapa bulan yang lalu
Tentang keakraban yang ku lihat
Keakraban melebihi seorang teman
Yang kata mereka bahwa
Begitulah cara mereka bersaudara
Saudara yang terjalin bukan karena hubungan darah
Tetapi kesamaan visi dalam sebuah perjuangan

Apapun itu, perasaan tak pernah bisa disalahkan
Tinggal kita saja yang memilih
Apakah perasaan itu akan kita jadikan sebagai anugerah
Bagi diri sendiri maupun orang lain!

Kim Smart Community

Ketika transfer ilmu pengetahuan dilakukan
Oleh orang-orang yang katanya sebagai pendidik generasi muda
Ada satu hal yang sering lupa dilakukan
Yakni, menanamkan rasa cinta terhadap ilmu pengetahuan!

Atas dasar itulah Kim Smart Community di bangun
Untuk memberi ruang ekspresi kepada jiwa generasi muda
Menghargai setiap kreatifitas yang dimiliki
Dengan menanamkan cinta dan kasih sayang
Saling menghargai satu sama lain
Menganggap setiap orang adalah bagian dari diri mereka
Tak ada lawan
Yang ada hanyalah kawan
Terikat pada sebuah ikatan persaudaraan
Generasi muda yang selalu berfikir tentang ilmu pengetahuan!

Menuju Cahaya

Ketika hujan bisa diatur
Angin bisa dikendalikan
Masa tanam bisa diperpendek
dan jiwa bisa diukur secara kuantitatif
Maka itu menandakan bahwa
Di dunia ini tidak ada yang tidak mungkin
Kecuali satu hal : Tuhan lebih dari satu!

Jumat, 06 Maret 2015

Catatan untuk Menyambut Hari Perempuan Internasional

Kapasitas mungkin belum memadai untuk berperan aktif dalam perjuangan, tetapi sepakat dengan visi misi perjuangan dan melakukan apa yang bisa dilakukan untuk mendukung perjuangan itu adalah salah satu tindakan yang bisa kulakukan hari ini.

Terima kasih kepada kawan-kawan Gema Alam NTB dan KP-SPM Lombok Timur atas semua ilmu dan inspirasi yang telah diberikan! ***[Terutama buat Haiziah Gazali, Muhammad Juaini (Gema Alam NTB); dan Agus Khairi (KP-SPM Lombok Timur]

Dan untuk perempuan di manapun berada
Sudah saatnya kita bangkit dan bergerak
Melakukan perlawanan atas segala ketidakadilan!

Kamis, 05 Maret 2015

Olimpiade Nasional MIPA Perguruan Tinggi (Bagian 1)

Sebuah informasi via sms datang dari seorang teman satu anggkatan di kampus, namanya Rohmatul Amna, biasa ku panggil Nha atau Amna. Dia mengabarkan bahwa pembina HMPS kami telah memilih 7 orang calon peserta (karena belum didaftarkan) untuk mengikuti Olimpiade Nasional Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam tingkat Perguruan Tinggi (ON MIPA-PT) yang akan dilaksanakan bulan depan di Bali, dan aku adalah salah satu calon peserta itu. 

Pastinya senang sekali mendapatkan kepercayaan itu dari kampus, selain itu moment ini akan mempertemukanku kembali dengan beberapa orang temanku yang saat ini jarang bertemu karena mengurus proposal penelitian masing-masing, maklum kami sudah semester 8 sekarang, dan otomatis bersama mereka kaki ini akan dijejakkan kembali di pulau yang terkenal dengan Pulau Dewata.

::

Tadi siang, semua calon peserta berkumpul di kampus, bertemu dengan pembina HMPS, membicarakan tentang olimpiade tersebut. Beliau menjelaskan bahwa kesertaan kami dalam olimpiade itu masih menunggu persetujuan dari Wakil Ketua II kampus, dengan harapan proposal pendanaan yang diajukan disetujui. Semoga!

::

Untuk teman-temanku:
  1. Rohmatul Amna
  2. Ahlan Suadi
  3. Juliandi
  4. M. Abror
  5. Yulianti
  6. M. Zaoji
Semoga kita bisa bersama mengukir prestasi yang bisa menjadi inspirasi bagi kawan-kawan lainya, dan menjadi teladan bagi generasi berikutnya untuk mengukir prestasi yang lebih baik!

Tetap semangat bersama kalian!

Spesial untuk kedua orang tuaku dan untuk generasi muda yang tergabung dalam Kim Smart Community, aku akan berusaha semaksimal mungkin mengikuti kegiaatan ini, senyum bangga dari wajah kalian selalu menginspirasi!

I love you!