Dua kali kau pergi
Meninggalkanku dalam senyum yang coba ku buat untukmu
Ikut berbahagia atas kebahagiaan yang coba kau bangun
Tetapi mengapa kau harus menyanyi lagi
Dengan lagu yang sama
Yang mengatakan bahwa hidupmu sekarang terasa berat
Mencoba tegar dengan segala hal yang kau hadapi
Mengapa pula aku harus merasa memahami
Setiap kata yang kau ungkapkan dalam lagu itu
Seharusnya kau berbahagia sekarang
Bersama pilihan yang telah kau ambil
Dan aku pun seharusnya mengabaikanmu
Tetapi mengapa aku masih saja
Memberikan perhatian
Meski pada kata-kata yang kau tulis
Dan kata-kata yang kau nyanyikan.
Cinta,
Masihkah itu bersemayam?
Tak tahu lah,
Yang ku tahu adalah
Aku selalu merasa faham dengan apa yang kau rasakan
Pemahaman yang muncul setelah mendengarkan
Lagu-lagu yang kau nyanyikan!
Cinta,
Kau terlalu naif untuk menyadarinya
Terlalu rendah ketika kau mengukurnya dari status sosial
Mengapa kau melakukan itu
Mengapa kau tak mengakuinya saja
Mengakui bahwa
Sebenarnya akulah yang kau cintai
Akulah yang kau butuhkan
Bukan dia
Bukan orang lain
Tetapi aku
Dan hanya aku
Dan sadarkah kau
Bahwa kau mengungkapkan itu
Dengan tatapan matamu
Dan senyum yang coba kau paksakan
Dalam kepura-puraan
Pura-pura bahagia
Dalam ketidakfahamanmu
Atas pilihan yang kau ambil
Ah, ternyata baru kusadari
Bahwa kita memiliki satu kesamaan
Suka berpura-pura!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar