Kamis, 16 April 2015

Noetic:"Sebuah Asumsi Terbukti!"

Hari itu mereka tak mendengarkanku. Tetapi sebenarnya bukan mereka tetapi seseorang yang ku percaya untuk menyampaikan suatu hal yang ku percayai dan ku anggap penting, suatu hal yang ingin sekali ku jelaskan secara detil agar mereka mengerti tetapi faktanya aku belum menemukan kata-kata yang tepat untuk mendeskripiskannya dengan baik, benar dan indah. Maka atas dasar kepercayaan kepada kawan, ku minta toloong seorang kawan untuk menyampaikan sebuah pesan rahasia yang bersifat intruksi yang tujuannya untuk kebaikan bersama, untuk sebuah relasi yang harus dijaga dengan baik. Namun ternyata mereka mengabaikanku, meski penjelasan begitu panjang telah ku berikan, aku tak bisa menyalahkan mereka, karena mungkin kata-kata yang ku gunakan masih belum tepat, bahwa aku menyarankan mereka untuk melakukan suatu hal yang seharusnya mereka lakukan, dan sekali lagi mereka mengabaikanku. Aku tak tahu apa yang menjadi pertimbangan mereka, dan aku pun tak peduli lagi dengan itu. Ya sudahlah, aku sudah melaksanakan kewajibanku, menyampaikan pertanda yang bisa ku tangkap.

Dan hari ini, efek pengabaian itu mereka teima, sebuah kekecewaan atas sebuah kegiatan yang mereka ikuti dan utamakan ternyata memberi kekecewaan yang menyebabkan mereka menghentikan langkah dan menarik pasukan. Terkait dengan hal ini aku hanya bisa berharap semoga mereka bisa mengambil pelajaran dari semua yang mereka alami, bukan malah menjadikan kejadian itu sebagai awal untuk memenuhi otak mereka dengan prasangka buruk.

"Prasangka itu dosa" Jelas Tuhan dalam salah satu firman-Nya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar