Jumat, 08 Mei 2015

Kesadaran

Sebuah kebodohan ketika kau tak menggunakan ilmu pengetahuan
Dalam sebuah proses perjuangan yang kau gaungkan
Karena ketika suatu hal tidak disandingkan dengan konsep dan kajian ilmiah
Maka apa yang kau sampaikan
Tak jauh beda dengan gosip murahan
Yang kau dapatkan di pinggir jalan!

Cukup sudah kesia-siaan yang kau lakukan
Kau harus bergegas
Memperbaiki strategi perjuangan yang kau lakukan
Tak ada gunanya kau teriak lantang
Jika teriakanmu itu ternyata adalah
Wacana yang kau ambil dari kawan yang kau percayai
Tanpa pembuktian secara ilmiah
Walaupun kata mereka
Wacana itu sudah dikaji secara ilmiah

Kawan,
Sudah saatnya kau berfikir
Mengatakan apakah yang kau dengar
Merupakan suatu kebenaran atau bukan
Setelah kau mengkajinya
Dengan sarana dan metode ilmiah
Bukankah kau mengatakan diri ilmiah
Dan berjuang untuk mewujudkan konsep ilmiah tersebut!

Atau jangan-jangan kau belum faham dengan konsep ilmiah itu
Mengetahuinya hanya sekedar penggabungan
Dari beberapa huruf yang membentuk kata
Dan mengartikannya sesuai dengan apa yang dikatakan oleh kawan-kawanmu
Jika boleh ku sarankan
Jangan seperti itu kawan
Bukankah sekarang ilmu pengetahuan tersebar begitu luas
Dan bisa kau akses dengan mudah
Tanpa takut dengan hal-hal yang terjadi di luar kendalimu
Seperti yang terjadi tempo doeloe

Namun,
Untuk melakukan itu memang dibutuhkan
Kesadaran yang hadir dalam jiwamu
Karena Tuhan telah memberikan kesadaran itu kepada kita
Tetapi jika kita tak mengenalnya
Maka kita tak akan mampu untuk mengelolanya
Apalagi memanfaatkannya
Untuk sebuah perjuangan mewujudkan pendidikan yang ilmiah
Atau jangan-jangan saat ini
Kau tak sadar dengan kesadaran yang kau miliki
Jika memang demikian
Maka apa bedanya kau dengan Anjing dan babi!

Kamis, 16 April 2015

Noetic:"Sebuah Asumsi Terbukti!"

Hari itu mereka tak mendengarkanku. Tetapi sebenarnya bukan mereka tetapi seseorang yang ku percaya untuk menyampaikan suatu hal yang ku percayai dan ku anggap penting, suatu hal yang ingin sekali ku jelaskan secara detil agar mereka mengerti tetapi faktanya aku belum menemukan kata-kata yang tepat untuk mendeskripiskannya dengan baik, benar dan indah. Maka atas dasar kepercayaan kepada kawan, ku minta toloong seorang kawan untuk menyampaikan sebuah pesan rahasia yang bersifat intruksi yang tujuannya untuk kebaikan bersama, untuk sebuah relasi yang harus dijaga dengan baik. Namun ternyata mereka mengabaikanku, meski penjelasan begitu panjang telah ku berikan, aku tak bisa menyalahkan mereka, karena mungkin kata-kata yang ku gunakan masih belum tepat, bahwa aku menyarankan mereka untuk melakukan suatu hal yang seharusnya mereka lakukan, dan sekali lagi mereka mengabaikanku. Aku tak tahu apa yang menjadi pertimbangan mereka, dan aku pun tak peduli lagi dengan itu. Ya sudahlah, aku sudah melaksanakan kewajibanku, menyampaikan pertanda yang bisa ku tangkap.

Dan hari ini, efek pengabaian itu mereka teima, sebuah kekecewaan atas sebuah kegiatan yang mereka ikuti dan utamakan ternyata memberi kekecewaan yang menyebabkan mereka menghentikan langkah dan menarik pasukan. Terkait dengan hal ini aku hanya bisa berharap semoga mereka bisa mengambil pelajaran dari semua yang mereka alami, bukan malah menjadikan kejadian itu sebagai awal untuk memenuhi otak mereka dengan prasangka buruk.

"Prasangka itu dosa" Jelas Tuhan dalam salah satu firman-Nya.

Jumat, 10 April 2015

Noetic: Untuk sebuah pembuktian

Satu agenda telah selesai, tinggal menunggu hasil
Maka berfikir positif bahwa hasilnya sesuai harapan adalah suatu hal yang harus dilakukan
Disertai dengan bersikap dan berprilaku bahwa harapan itu telah terwujud
Hingga akhirnya hipotesis itu terbukti benar
Bahwa apa yang kau pikirkan maka itulah yang akan terwujud!

Maka biarkan alam semesta yang bekerja
Membuat kekacauan menjadi keteraturan
Hingga akhirnya harapan itu menjadi kenyataan!

Minggu, 05 April 2015

Dialektika Ala Kim Smart: "Kesimpulan Awal"

Orang yang katanya baik 
Ternyata tidak bisa dipercaya (shid ljsoto)
Orang yang katanya kurang baik bahkan berbahaya
Justru ternyata menunjukkan sikap baik
Dan bisa dipercaya! (gstof nodomh)

Mengapa bisa begitu?
Belum faham
Hanya saja hati sudah membuat kesimpulan
Atas data-data yang ada
Yang tertangkap oleh alat indera

Meski begitu ini bukanlah kesimpulan akhir
Melainkan kesimpulan awal yang hadir dari data yang ada
Maka bersikap skeptis dan selalu waspada
Tentu adalah hal terbaik yang bisa dilakukan
Tanpa ada konteks buruk sangka
Karena buruk sangka adalah dosa!

Selasa, 31 Maret 2015

Dialektika Ala Kim Smart :"Untuk Keseimbangan Alam Semesta!"

Kawan,
Ada banyak hal yang tak bisa ku jelaskan
Sesuatu yang ku ketahui yang mungkin tak kau ketahui
Sesuatu yang ku lihat yang mungkin tak tak tampak olehmu
Sesuatu yang ku percayai yang mungkin bagimu hanyalah lelucon

Kawan,
Semua itu memang asumsiku
Dan belum bisa ku buktikan secara ilmiah
Karena memang masih berupa prediksi dari sebuah analisis
Atas kumpulan data yang ku dapatkan
Data-data yang bersifat kualitatif dan kuantitatif'
Tetapi tak bisa ku publish secara blak-blakkan
Karena dikhawatikan akan muncul gejolak
Di antara mereka
Bahkan diantara kita
Dan aku belum siap untuk kehilangan kalian
Karena asumsi itu akan mengarahkan sebuah tuduhan kepadaku
Bahwa aku gila dengan semua prediksiku

Tetapi ketika sejarah coba diingat,
Bukankah Rasulullah pun pernah dianggap gila dengan pernyataan-pernyataannya
Einstein diangap tak waras dengan temuan-temuannya
Dan Galileo dipaksa bersujud mengakui kesalahan dari hasil belajarnya
Dan aku belum setangguh mereka
Untuk menjalani kehidupan terasing
Yang mungkin akan hadir
Apalagi sampai kehilangan kalian

Kawan,
Jika boleh mengajukan permintaan kepadamu
Maka aku hanya hanya akan meminta
Percayalah dengan apa yang ku katakan
Ikuti jalan yang coba ku buat untuk kalian
Tujuannya satu
Untuk keseimbangan alam semesta!
Sehingga perjuangan yang kita lakukan
Bukan hanya sebuah lelucon yang terangkum
Dalam sebuah adegan sandiwara!

Reyna : "Menungu"

Setiap hari,
Aku selalu menunggu kabar darimu
Kabar yang tak kunjung datang
Yang mencoba menanamkan syak wasangka di pikiranku

Tetapi kau tak perlu khwatir
Hal itu tak pernah ku biarkan terjadi
Aku selalu setia menunggu
Menanti setiap kabar yang tak kunjung datang!

Kau sibuk, Bisa jadi!
Dan mungkin tak sempat memikirkanku,
Atau mungkin sedang memikirkan perempuan lain,
Akh, begitu cintanya kah aku padamu
Sehingga aku begitu rela ketika kemungkinan itu terjadi

Bukan, kurasa bukan karena itu,
Aku hanya percaya tentang janji Tuhan
Bahwa perempuan yang baik untuk laki-laki baik
Karena apapun yang terjadi
Tak lepas dari kuasa-Nya.
Dan Dia Maha Tahu apa yang terbaik untuk kita
Untukku dan untukmu!

Catatan:
Untuk kawanku Reyna, terima kasih atas cerita-cerita yang dipercayakan kepadaku.
Izinkan aku mengabadikan cerita itu lewat tulisan-tulisanku
Sebagai ungkapan bahwa aku begitu mengagumi ketulusan hatimu
Mencintai dan menyayangi!
Dan mungkin aku harus belajar banyak lagi 
Agar bisa menuliskan cinta sucimu dengan sebaik mungkin!

Reyna : "Jangan Bersedih Lagi!"

Dua kali kau pergi
Meninggalkanku dalam senyum yang coba ku buat untukmu
Ikut berbahagia atas kebahagiaan yang coba kau bangun

Tetapi mengapa kau harus menyanyi lagi
Dengan lagu yang sama
Yang mengatakan bahwa hidupmu sekarang terasa berat
Mencoba tegar dengan segala hal yang kau hadapi
Mengapa pula aku harus merasa memahami
Setiap kata yang kau ungkapkan dalam lagu itu

Seharusnya kau berbahagia sekarang
Bersama pilihan yang telah kau ambil
Dan aku pun seharusnya mengabaikanmu
Tetapi mengapa aku masih saja
Memberikan perhatian
Meski pada kata-kata yang kau tulis
Dan kata-kata yang kau nyanyikan.

Cinta,
Masihkah itu bersemayam?
Tak tahu lah,
Yang ku tahu adalah
Aku selalu merasa faham dengan apa yang kau rasakan
Pemahaman yang muncul setelah mendengarkan
Lagu-lagu yang kau nyanyikan!

Cinta,
Kau terlalu naif untuk menyadarinya
Terlalu rendah ketika kau mengukurnya dari status sosial
Mengapa kau melakukan itu
Mengapa kau tak mengakuinya saja
Mengakui bahwa
Sebenarnya akulah yang kau cintai
Akulah yang kau butuhkan
Bukan dia
Bukan orang lain
Tetapi aku
Dan hanya aku
Dan sadarkah kau
Bahwa kau mengungkapkan itu
Dengan tatapan matamu
Dan senyum yang coba kau paksakan
Dalam kepura-puraan
Pura-pura bahagia
Dalam ketidakfahamanmu
Atas pilihan yang kau ambil

Ah, ternyata baru kusadari
Bahwa kita memiliki satu kesamaan
Suka berpura-pura!