Senin, 27 Oktober 2014

Peneitian Skripsi : Tahap Observasi dan Pengajuan Judul

Observasi terhadap objek penelitian telah kulakukan untuk menguatkan masalah yang ingin ku angkat dalam penelitian skripsiku. Ya, sekarang aku telah berada di Semester 7 dan sudah saatnya mengajukan judul penelitian untuk skripsi yang merupakan salah satu syarat kelulusan sebagai seorang sarjana. Rencananya aku akan meneliti di salah satu sekolah atau madrasan yang terletak di kawasan pinggir Kabupaten Lombok Timur yang berbatasan langsung dengan Kawasan Hutan, MTs. NW Kembang Kuning.

Observasi penelitian kulakukan pada hari Senin, 27 Oktober 2014 dengan rangkaian kegiatan sebagai berikut:

  1. Wawancara dengan guru yang mengampu mata pelajaran.
  2. Mengamati proses pembelajaran yang berlangsung.

Dalam tahap observasi ini, peneliti harus menghindari asumsi, sehingga data yang terambil benar-benar kondisi riil di lapangan. Sebenarnya, untuk masalah penelitian ini, tahap observasi telah kulakukan di lokasi PPL kemarin, SMAN 1 Masbagik. Tetapi, karena lokasi yang ku pilih adalah daerah pinggir kabupaten dengan tingkat sekolah SMP/MTs. maka observasi ulang harus ku lakukan. 

Untuk penelitian, aku telah memiliki 3 buah judul ajuan yang semoga bisa diterima, yakni:

  1. Pengaruh implementasi pembelajaran berbasis kemampuan otak (Brain Based Learning) terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas VII MTs. NW Kembang Kuning Tahun Pelajaran 2014/2015.
  2. Pengaruh Minat dan Motivasi terhadap Hasil Belajarr Matematika Siswa Kelas VII MTs. NW Kembang Kuning Tahun Pelajaran 2014/2015.
  3. Pengaruh kesadaran atas Konsep Diri terhadap Minat dan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas VIII MTs. NW Kembang Kuning Tahun Pelajaran 2014/2015
Dari ketiga judul tersebut tampak bahwa objek penelitian rata-rata bersifat abstrak, yakni kesadaran, minat, motivasi dan brain (otak). Karena berdasarkan pengamatan yang kulakukan baik ketika PPL dan observasi kemarin, inti permasalah pembelajaran adalah diri siswa, bagaimana minat dan motivasi yang dimiliki, bagaimana pola pikir mereka, dan sebagainya, disamping juga cara guru membawakan mata pelajaran. Tetapi, untuk menghormati para guru dengan asumsi bahwa hasil penelitian akan menganggap keliru cara belajar mereka dan mengingat bahwa aku, sebagai peneliti adalah calon guru yang belum terlalu banyak pengalaman sebagai guru (yang banyak itu pengalaman sebagai murid) maka guru sebagai objek penelitian dihindari, untuk silaturrahmi juga (dengan beragam pertimbangan).

Maka dengan ucapan Bismillahirrahmanirrahiim... Semoga penelitian yang kulakukan berjalan lancar dan berakhir dengan sukses, serta semoga penelitian ini bisa bermanfaat bagi dunia pendidikan di Indonesia dan secara khusus di Kabupaten Lombok Timur.

Kamis, 16 Oktober 2014

Penarikan PPL-KKN

14 Oktober 2014

Mahasiswa PPL-KKN Kependidikan ditarik dari lokasi PPL-KKN. Prosedur mengatur bahwa penarikan itu dilakukan oleh DPL (Dosen Pembimbing Lapangan) secara serentak di lokasi masing-masing. Lalu bagaimana dengan penarikan kami?

Hari itu, kami yang berjumlah 16 orang datang ke sekolah. selain untuk pamitan, beberapa orang diantara kami juga menyelesaikan urusan yang berkaitan dengan laporan, pemberian form penilaian kepada guru, meminta tanda tangan guru yang bersangkutan, meminta stempel pengesahan, dan sebagainya, yang seharusnya hal itu telah kami selesaikan pada hari-hari sebelumnya, tetapi bagaimana lagi? kondisi telah terjadi seperti itu. dan aku adalah salah satu dari mahasiswa itu.

"Toh tanda tangan itu terletak di bagian tengah lamporan (lampiran). Tentu tak akan diperhatikan oleh panitia PPL-KKN" Bisikku dalam hati. Tetapi tetap saja nurani mengatakan bahwa ini masalah tanggungjawab, dan jangan sampai hal itu merusak laporan yang ku buat dengan begtu cantik.

Kondisi hari itu pun mendukungku. Seperti teori "Semesta Mendukung" - nya Prof. Yohanes Surya, aku pun akhirnya bertemu dengan orang-orang yang bersangkutan, kepala sekolah dan guru pamongku. Setelah tanda tangan terisi semuanya, aku menghamiri ruang TU (Tata Usaha) dan meminta stempel sekolah disana. Siip! Laporanku selesai juga. dan rasanya lega banget!

"Apakah DPL akan datang?" Tanyaku pada ketua PPL-KKN.
"Tidak!" Jawabnya.
"Loh?"
"Ya, kan dengar sendiri kemarin kalau acara perpisahan yang kita laksanakan pada hari sebelumnya dianggap cukup sebagai acara penarikan!"
"Oh, begitu!"

Maka dengan dipimpin oleh sang ketua, maka kami pun melakukan pamitan kepada guru dan staf yang ada di sekolah tersebut. Dan aku hanya berpamitan pada orang-orang tertentu saja.