Sebuah kebodohan ketika kau tak menggunakan ilmu pengetahuan
Dalam sebuah proses perjuangan yang kau gaungkan
Karena ketika suatu hal tidak disandingkan dengan konsep dan kajian ilmiah
Maka apa yang kau sampaikan
Tak jauh beda dengan gosip murahan
Yang kau dapatkan di pinggir jalan!
Cukup sudah kesia-siaan yang kau lakukan
Kau harus bergegas
Memperbaiki strategi perjuangan yang kau lakukan
Tak ada gunanya kau teriak lantang
Jika teriakanmu itu ternyata adalah
Wacana yang kau ambil dari kawan yang kau percayai
Tanpa pembuktian secara ilmiah
Walaupun kata mereka
Wacana itu sudah dikaji secara ilmiah
Kawan,
Sudah saatnya kau berfikir
Mengatakan apakah yang kau dengar
Merupakan suatu kebenaran atau bukan
Setelah kau mengkajinya
Dengan sarana dan metode ilmiah
Bukankah kau mengatakan diri ilmiah
Dan berjuang untuk mewujudkan konsep ilmiah tersebut!
Atau jangan-jangan kau belum faham dengan konsep ilmiah itu
Mengetahuinya hanya sekedar penggabungan
Dari beberapa huruf yang membentuk kata
Dan mengartikannya sesuai dengan apa yang dikatakan oleh kawan-kawanmu
Jika boleh ku sarankan
Jangan seperti itu kawan
Bukankah sekarang ilmu pengetahuan tersebar begitu luas
Dan bisa kau akses dengan mudah
Tanpa takut dengan hal-hal yang terjadi di luar kendalimu
Seperti yang terjadi tempo doeloe
Namun,
Untuk melakukan itu memang dibutuhkan
Kesadaran yang hadir dalam jiwamu
Karena Tuhan telah memberikan kesadaran itu kepada kita
Tetapi jika kita tak mengenalnya
Maka kita tak akan mampu untuk mengelolanya
Apalagi memanfaatkannya
Untuk sebuah perjuangan mewujudkan pendidikan yang ilmiah
Atau jangan-jangan saat ini
Kau tak sadar dengan kesadaran yang kau miliki
Jika memang demikian
Maka apa bedanya kau dengan Anjing dan babi!
Jumat, 08 Mei 2015
Kamis, 16 April 2015
Noetic:"Sebuah Asumsi Terbukti!"
Hari itu mereka tak mendengarkanku. Tetapi sebenarnya bukan mereka tetapi seseorang yang ku percaya untuk menyampaikan suatu hal yang ku percayai dan ku anggap penting, suatu hal yang ingin sekali ku jelaskan secara detil agar mereka mengerti tetapi faktanya aku belum menemukan kata-kata yang tepat untuk mendeskripiskannya dengan baik, benar dan indah. Maka atas dasar kepercayaan kepada kawan, ku minta toloong seorang kawan untuk menyampaikan sebuah pesan rahasia yang bersifat intruksi yang tujuannya untuk kebaikan bersama, untuk sebuah relasi yang harus dijaga dengan baik. Namun ternyata mereka mengabaikanku, meski penjelasan begitu panjang telah ku berikan, aku tak bisa menyalahkan mereka, karena mungkin kata-kata yang ku gunakan masih belum tepat, bahwa aku menyarankan mereka untuk melakukan suatu hal yang seharusnya mereka lakukan, dan sekali lagi mereka mengabaikanku. Aku tak tahu apa yang menjadi pertimbangan mereka, dan aku pun tak peduli lagi dengan itu. Ya sudahlah, aku sudah melaksanakan kewajibanku, menyampaikan pertanda yang bisa ku tangkap.
Dan hari ini, efek pengabaian itu mereka teima, sebuah kekecewaan atas sebuah kegiatan yang mereka ikuti dan utamakan ternyata memberi kekecewaan yang menyebabkan mereka menghentikan langkah dan menarik pasukan. Terkait dengan hal ini aku hanya bisa berharap semoga mereka bisa mengambil pelajaran dari semua yang mereka alami, bukan malah menjadikan kejadian itu sebagai awal untuk memenuhi otak mereka dengan prasangka buruk.
"Prasangka itu dosa" Jelas Tuhan dalam salah satu firman-Nya.
Jumat, 10 April 2015
Noetic: Untuk sebuah pembuktian
Satu agenda telah selesai, tinggal menunggu hasil
Maka berfikir positif bahwa hasilnya sesuai harapan adalah suatu hal yang harus dilakukan
Disertai dengan bersikap dan berprilaku bahwa harapan itu telah terwujud
Hingga akhirnya hipotesis itu terbukti benar
Bahwa apa yang kau pikirkan maka itulah yang akan terwujud!
Maka biarkan alam semesta yang bekerja
Membuat kekacauan menjadi keteraturan
Hingga akhirnya harapan itu menjadi kenyataan!
Minggu, 05 April 2015
Dialektika Ala Kim Smart: "Kesimpulan Awal"
Orang yang katanya baik
Ternyata tidak bisa dipercaya (shid ljsoto)
Orang yang katanya kurang baik bahkan berbahaya
Justru ternyata menunjukkan sikap baik
Dan bisa dipercaya! (gstof nodomh)
Mengapa bisa begitu?
Belum faham
Hanya saja hati sudah membuat kesimpulan
Atas data-data yang ada
Yang tertangkap oleh alat indera
Meski begitu ini bukanlah kesimpulan akhir
Melainkan kesimpulan awal yang hadir dari data yang ada
Maka bersikap skeptis dan selalu waspada
Tentu adalah hal terbaik yang bisa dilakukan
Tanpa ada konteks buruk sangka
Karena buruk sangka adalah dosa!
Selasa, 31 Maret 2015
Dialektika Ala Kim Smart :"Untuk Keseimbangan Alam Semesta!"
Kawan,
Ada banyak hal yang tak bisa ku jelaskan
Sesuatu yang ku ketahui yang mungkin tak kau ketahui
Sesuatu yang ku lihat yang mungkin tak tak tampak olehmu
Sesuatu yang ku percayai yang mungkin bagimu hanyalah lelucon
Kawan,
Semua itu memang asumsiku
Dan belum bisa ku buktikan secara ilmiah
Karena memang masih berupa prediksi dari sebuah analisis
Atas kumpulan data yang ku dapatkan
Data-data yang bersifat kualitatif dan kuantitatif'
Tetapi tak bisa ku publish secara blak-blakkan
Karena dikhawatikan akan muncul gejolak
Di antara mereka
Bahkan diantara kita
Dan aku belum siap untuk kehilangan kalian
Karena asumsi itu akan mengarahkan sebuah tuduhan kepadaku
Bahwa aku gila dengan semua prediksiku
Tetapi ketika sejarah coba diingat,
Bukankah Rasulullah pun pernah dianggap gila dengan pernyataan-pernyataannya
Einstein diangap tak waras dengan temuan-temuannya
Dan Galileo dipaksa bersujud mengakui kesalahan dari hasil belajarnya
Dan aku belum setangguh mereka
Untuk menjalani kehidupan terasing
Yang mungkin akan hadir
Apalagi sampai kehilangan kalian
Kawan,
Jika boleh mengajukan permintaan kepadamu
Maka aku hanya hanya akan meminta
Percayalah dengan apa yang ku katakan
Ikuti jalan yang coba ku buat untuk kalian
Tujuannya satu
Untuk keseimbangan alam semesta!
Sehingga perjuangan yang kita lakukan
Bukan hanya sebuah lelucon yang terangkum
Dalam sebuah adegan sandiwara!
Ada banyak hal yang tak bisa ku jelaskan
Sesuatu yang ku ketahui yang mungkin tak kau ketahui
Sesuatu yang ku lihat yang mungkin tak tak tampak olehmu
Sesuatu yang ku percayai yang mungkin bagimu hanyalah lelucon
Kawan,
Semua itu memang asumsiku
Dan belum bisa ku buktikan secara ilmiah
Karena memang masih berupa prediksi dari sebuah analisis
Atas kumpulan data yang ku dapatkan
Data-data yang bersifat kualitatif dan kuantitatif'
Tetapi tak bisa ku publish secara blak-blakkan
Karena dikhawatikan akan muncul gejolak
Di antara mereka
Bahkan diantara kita
Dan aku belum siap untuk kehilangan kalian
Karena asumsi itu akan mengarahkan sebuah tuduhan kepadaku
Bahwa aku gila dengan semua prediksiku
Tetapi ketika sejarah coba diingat,
Bukankah Rasulullah pun pernah dianggap gila dengan pernyataan-pernyataannya
Einstein diangap tak waras dengan temuan-temuannya
Dan Galileo dipaksa bersujud mengakui kesalahan dari hasil belajarnya
Dan aku belum setangguh mereka
Untuk menjalani kehidupan terasing
Yang mungkin akan hadir
Apalagi sampai kehilangan kalian
Kawan,
Jika boleh mengajukan permintaan kepadamu
Maka aku hanya hanya akan meminta
Percayalah dengan apa yang ku katakan
Ikuti jalan yang coba ku buat untuk kalian
Tujuannya satu
Untuk keseimbangan alam semesta!
Sehingga perjuangan yang kita lakukan
Bukan hanya sebuah lelucon yang terangkum
Dalam sebuah adegan sandiwara!
Reyna : "Menungu"
Setiap hari,
Aku selalu menunggu kabar darimu
Kabar yang tak kunjung datang
Yang mencoba menanamkan syak wasangka di pikiranku
Tetapi kau tak perlu khwatir
Hal itu tak pernah ku biarkan terjadi
Aku selalu setia menunggu
Menanti setiap kabar yang tak kunjung datang!
Kau sibuk, Bisa jadi!
Dan mungkin tak sempat memikirkanku,
Atau mungkin sedang memikirkan perempuan lain,
Akh, begitu cintanya kah aku padamu
Sehingga aku begitu rela ketika kemungkinan itu terjadi
Bukan, kurasa bukan karena itu,
Aku hanya percaya tentang janji Tuhan
Bahwa perempuan yang baik untuk laki-laki baik
Karena apapun yang terjadi
Tak lepas dari kuasa-Nya.
Dan Dia Maha Tahu apa yang terbaik untuk kita
Untukku dan untukmu!
Catatan:
Untuk kawanku Reyna, terima kasih atas cerita-cerita yang dipercayakan kepadaku.
Izinkan aku mengabadikan cerita itu lewat tulisan-tulisanku
Sebagai ungkapan bahwa aku begitu mengagumi ketulusan hatimu
Mencintai dan menyayangi!
Dan mungkin aku harus belajar banyak lagi
Agar bisa menuliskan cinta sucimu dengan sebaik mungkin!
Aku selalu menunggu kabar darimu
Kabar yang tak kunjung datang
Yang mencoba menanamkan syak wasangka di pikiranku
Tetapi kau tak perlu khwatir
Hal itu tak pernah ku biarkan terjadi
Aku selalu setia menunggu
Menanti setiap kabar yang tak kunjung datang!
Kau sibuk, Bisa jadi!
Dan mungkin tak sempat memikirkanku,
Atau mungkin sedang memikirkan perempuan lain,
Akh, begitu cintanya kah aku padamu
Sehingga aku begitu rela ketika kemungkinan itu terjadi
Bukan, kurasa bukan karena itu,
Aku hanya percaya tentang janji Tuhan
Bahwa perempuan yang baik untuk laki-laki baik
Karena apapun yang terjadi
Tak lepas dari kuasa-Nya.
Dan Dia Maha Tahu apa yang terbaik untuk kita
Untukku dan untukmu!
Catatan:
Untuk kawanku Reyna, terima kasih atas cerita-cerita yang dipercayakan kepadaku.
Izinkan aku mengabadikan cerita itu lewat tulisan-tulisanku
Sebagai ungkapan bahwa aku begitu mengagumi ketulusan hatimu
Mencintai dan menyayangi!
Dan mungkin aku harus belajar banyak lagi
Agar bisa menuliskan cinta sucimu dengan sebaik mungkin!
Reyna : "Jangan Bersedih Lagi!"
Dua kali kau pergi
Meninggalkanku dalam senyum yang coba ku buat untukmu
Ikut berbahagia atas kebahagiaan yang coba kau bangun
Tetapi mengapa kau harus menyanyi lagi
Dengan lagu yang sama
Yang mengatakan bahwa hidupmu sekarang terasa berat
Mencoba tegar dengan segala hal yang kau hadapi
Mengapa pula aku harus merasa memahami
Setiap kata yang kau ungkapkan dalam lagu itu
Seharusnya kau berbahagia sekarang
Bersama pilihan yang telah kau ambil
Dan aku pun seharusnya mengabaikanmu
Tetapi mengapa aku masih saja
Memberikan perhatian
Meski pada kata-kata yang kau tulis
Dan kata-kata yang kau nyanyikan.
Cinta,
Masihkah itu bersemayam?
Tak tahu lah,
Yang ku tahu adalah
Aku selalu merasa faham dengan apa yang kau rasakan
Pemahaman yang muncul setelah mendengarkan
Lagu-lagu yang kau nyanyikan!
Cinta,
Kau terlalu naif untuk menyadarinya
Terlalu rendah ketika kau mengukurnya dari status sosial
Mengapa kau melakukan itu
Mengapa kau tak mengakuinya saja
Mengakui bahwa
Sebenarnya akulah yang kau cintai
Akulah yang kau butuhkan
Bukan dia
Bukan orang lain
Tetapi aku
Dan hanya aku
Dan sadarkah kau
Bahwa kau mengungkapkan itu
Dengan tatapan matamu
Dan senyum yang coba kau paksakan
Dalam kepura-puraan
Pura-pura bahagia
Dalam ketidakfahamanmu
Atas pilihan yang kau ambil
Ah, ternyata baru kusadari
Bahwa kita memiliki satu kesamaan
Suka berpura-pura!
Meninggalkanku dalam senyum yang coba ku buat untukmu
Ikut berbahagia atas kebahagiaan yang coba kau bangun
Tetapi mengapa kau harus menyanyi lagi
Dengan lagu yang sama
Yang mengatakan bahwa hidupmu sekarang terasa berat
Mencoba tegar dengan segala hal yang kau hadapi
Mengapa pula aku harus merasa memahami
Setiap kata yang kau ungkapkan dalam lagu itu
Seharusnya kau berbahagia sekarang
Bersama pilihan yang telah kau ambil
Dan aku pun seharusnya mengabaikanmu
Tetapi mengapa aku masih saja
Memberikan perhatian
Meski pada kata-kata yang kau tulis
Dan kata-kata yang kau nyanyikan.
Cinta,
Masihkah itu bersemayam?
Tak tahu lah,
Yang ku tahu adalah
Aku selalu merasa faham dengan apa yang kau rasakan
Pemahaman yang muncul setelah mendengarkan
Lagu-lagu yang kau nyanyikan!
Cinta,
Kau terlalu naif untuk menyadarinya
Terlalu rendah ketika kau mengukurnya dari status sosial
Mengapa kau melakukan itu
Mengapa kau tak mengakuinya saja
Mengakui bahwa
Sebenarnya akulah yang kau cintai
Akulah yang kau butuhkan
Bukan dia
Bukan orang lain
Tetapi aku
Dan hanya aku
Dan sadarkah kau
Bahwa kau mengungkapkan itu
Dengan tatapan matamu
Dan senyum yang coba kau paksakan
Dalam kepura-puraan
Pura-pura bahagia
Dalam ketidakfahamanmu
Atas pilihan yang kau ambil
Ah, ternyata baru kusadari
Bahwa kita memiliki satu kesamaan
Suka berpura-pura!
Minggu, 29 Maret 2015
Dialektika Ala Kim Smart : "Ilmu Pengetahuan atau Gelar?"
Mengapa
harus melakukan perjalanan panjang
Menghabiskan
tenaga , waktu dan pikiran
Hanya untuk
mencari ilmu pengetahuan
Melintasi
samudra dan pegunungan
Padahal
dunia sudah berubah
Dan
memanjakanmu dengan ilmu pengetahuan itu
Merayumu
untuk mendekatinya
Bahkan
bercinta dengannya
Tetapi
tunggu dulu
Benarkah
ilmu yang kau cari?
Atau
jangan-jangan bukan itu yang kau kejar
Melainkan
sebuah pengakuan
Yang
terlegalkan dalam gelar yang akan kau sandang.
Lalu jika
gelar itu telah kau dapatkan
Tetapi
ternyata itu hanya berguna untuk dirimu
Lebih
tepatnya kepuasan dirimu
Merasa
bangga dengan titel yang terpampang di samping namamu
Tetapi ingat
merasa itu tak bermanfaat bagi orang lain
Bahkan jika
itu kau tunjukkan dengan over dosis
Kau akan
merasa kesepian
Dan
menyadari bukan itu sebenarnya yang kau cari!
Lalu apa?
Kau bertanya
kepadaku?
Perlukah ku
jelaskan secara detil tentang itu?
Padahal kau
memiliki otak untuk berfikir dan mencari tahu
Atau
jangan-jangan otakmu sekarang terlalu tumpul
Untuk menjawab pertanyaan apa, mengapa dan bagaimana?
Dialektika Ala Kim Smart : Segaris Massa!
Segaris massa,
Bukan berarti kau harus merubah identitas dirimu
Apalagi mentransformasikan diri seperti mereka
Atau mengganti sampul yang kau gunakan
Dan berprilaku seperti mereka
Tetapi,
Segaris massa adalah
Kau mencintai mereka
Menyayangi mereka dengan tulus
Memahami dan merasakan apa yang mereka rasakan
Dengan segenap jiwa
Berjuang bersama mereka
Mewujudkan kehidupan yang adil dan lestari
Untuk kemaslahatan umat.
Karena perubahan adalah karya massa
Bukan karya segelintir orang!
Bukan berarti kau harus merubah identitas dirimu
Apalagi mentransformasikan diri seperti mereka
Atau mengganti sampul yang kau gunakan
Dan berprilaku seperti mereka
Tetapi,
Segaris massa adalah
Kau mencintai mereka
Menyayangi mereka dengan tulus
Memahami dan merasakan apa yang mereka rasakan
Dengan segenap jiwa
Berjuang bersama mereka
Mewujudkan kehidupan yang adil dan lestari
Untuk kemaslahatan umat.
Karena perubahan adalah karya massa
Bukan karya segelintir orang!
Senin, 16 Maret 2015
Sebuah Rahasia!
Aku memiliki lembaran itu sudah cukup lama
Tetapi tidak pernah ku perhatikan
Memang pernah beberapa kali kulihat
Ada beberapa hurup yang terangkai disana
Tetapi baru hari ini kuperhatikan
Dan ternyata memuat sebuah informasi yang cukup sensitif
Yang tak boleh terekspos kepada siapapun
Tetapi ternyata akhirnya
Alam semeta memilihku
Untuk mengetahui informasi itu
Informasi ini terkait dengan kecemburuan seorang perempuan terhadap seorang perempuan lain
Yang dekat dengan kekasihnya
Sebuah kecemburuan yang hadir dari suara hati
Yang coba disangkal oleh realita
Karena memang tak pernah terdeklamasikan sebuah hubungan lain
Kecuali perasaan-perasaan yang mungkin berkeliaran di alam semesta
Tanpa pernah terucapkan,
Ah, bagaimana mungkin aku bisa mengatakan hal itu?
Mungkin saja perasaan itu pernah terucap
Namun hanya terdengar oleh mereka berdua
Yang kemudian dirasakan oleh si perempuan sang kekasih
Dan secara perlahan membuat hati perempuan itu resah
Menahan cemburu yang tak bisa ia buktikan secara ilmiah
Yang ku tanyakan,
Mengapa alam semesta memilihku untuk mengetahui informasi itu?
Apakah alam semesta percaya bahwa aku bisa menjaga kerahasiaan dari fakta itu?
Atau ini bagian dari kronologi yang diberikan alam semesta
Atas pertanyaan yang pernah ku ajukan bebeapa bulan yang lalu
Tentang keakraban yang ku lihat
Keakraban melebihi seorang teman
Yang kata mereka bahwa
Begitulah cara mereka bersaudara
Saudara yang terjalin bukan karena hubungan darah
Tetapi kesamaan visi dalam sebuah perjuangan
Apapun itu, perasaan tak pernah bisa disalahkan
Tinggal kita saja yang memilih
Apakah perasaan itu akan kita jadikan sebagai anugerah
Bagi diri sendiri maupun orang lain!
Tetapi tidak pernah ku perhatikan
Memang pernah beberapa kali kulihat
Ada beberapa hurup yang terangkai disana
Tetapi baru hari ini kuperhatikan
Dan ternyata memuat sebuah informasi yang cukup sensitif
Yang tak boleh terekspos kepada siapapun
Tetapi ternyata akhirnya
Alam semeta memilihku
Untuk mengetahui informasi itu
Informasi ini terkait dengan kecemburuan seorang perempuan terhadap seorang perempuan lain
Yang dekat dengan kekasihnya
Sebuah kecemburuan yang hadir dari suara hati
Yang coba disangkal oleh realita
Karena memang tak pernah terdeklamasikan sebuah hubungan lain
Kecuali perasaan-perasaan yang mungkin berkeliaran di alam semesta
Tanpa pernah terucapkan,
Ah, bagaimana mungkin aku bisa mengatakan hal itu?
Mungkin saja perasaan itu pernah terucap
Namun hanya terdengar oleh mereka berdua
Yang kemudian dirasakan oleh si perempuan sang kekasih
Dan secara perlahan membuat hati perempuan itu resah
Menahan cemburu yang tak bisa ia buktikan secara ilmiah
Yang ku tanyakan,
Mengapa alam semesta memilihku untuk mengetahui informasi itu?
Apakah alam semesta percaya bahwa aku bisa menjaga kerahasiaan dari fakta itu?
Atau ini bagian dari kronologi yang diberikan alam semesta
Atas pertanyaan yang pernah ku ajukan bebeapa bulan yang lalu
Tentang keakraban yang ku lihat
Keakraban melebihi seorang teman
Yang kata mereka bahwa
Begitulah cara mereka bersaudara
Saudara yang terjalin bukan karena hubungan darah
Tetapi kesamaan visi dalam sebuah perjuangan
Apapun itu, perasaan tak pernah bisa disalahkan
Tinggal kita saja yang memilih
Apakah perasaan itu akan kita jadikan sebagai anugerah
Bagi diri sendiri maupun orang lain!
Kim Smart Community
Ketika transfer ilmu pengetahuan dilakukan
Oleh orang-orang yang katanya sebagai pendidik generasi muda
Ada satu hal yang sering lupa dilakukan
Yakni, menanamkan rasa cinta terhadap ilmu pengetahuan!
Atas dasar itulah Kim Smart Community di bangun
Untuk memberi ruang ekspresi kepada jiwa generasi muda
Menghargai setiap kreatifitas yang dimiliki
Dengan menanamkan cinta dan kasih sayang
Saling menghargai satu sama lain
Menganggap setiap orang adalah bagian dari diri mereka
Tak ada lawan
Yang ada hanyalah kawan
Terikat pada sebuah ikatan persaudaraan
Generasi muda yang selalu berfikir tentang ilmu pengetahuan!
Oleh orang-orang yang katanya sebagai pendidik generasi muda
Ada satu hal yang sering lupa dilakukan
Yakni, menanamkan rasa cinta terhadap ilmu pengetahuan!
Atas dasar itulah Kim Smart Community di bangun
Untuk memberi ruang ekspresi kepada jiwa generasi muda
Menghargai setiap kreatifitas yang dimiliki
Dengan menanamkan cinta dan kasih sayang
Saling menghargai satu sama lain
Menganggap setiap orang adalah bagian dari diri mereka
Tak ada lawan
Yang ada hanyalah kawan
Terikat pada sebuah ikatan persaudaraan
Generasi muda yang selalu berfikir tentang ilmu pengetahuan!
Menuju Cahaya
Ketika hujan bisa diatur
Angin bisa dikendalikan
Masa tanam bisa diperpendek
dan jiwa bisa diukur secara kuantitatif
Maka itu menandakan bahwa
Di dunia ini tidak ada yang tidak mungkin
Kecuali satu hal : Tuhan lebih dari satu!
Angin bisa dikendalikan
Masa tanam bisa diperpendek
dan jiwa bisa diukur secara kuantitatif
Maka itu menandakan bahwa
Di dunia ini tidak ada yang tidak mungkin
Kecuali satu hal : Tuhan lebih dari satu!
Jumat, 06 Maret 2015
Catatan untuk Menyambut Hari Perempuan Internasional
Kapasitas mungkin belum memadai untuk berperan aktif dalam perjuangan, tetapi sepakat dengan visi misi perjuangan dan melakukan apa yang bisa dilakukan untuk mendukung perjuangan itu adalah salah satu tindakan yang bisa kulakukan hari ini.
Terima kasih kepada kawan-kawan Gema Alam NTB dan KP-SPM Lombok Timur atas semua ilmu dan inspirasi yang telah diberikan! ***[Terutama buat Haiziah Gazali, Muhammad Juaini (Gema Alam NTB); dan Agus Khairi (KP-SPM Lombok Timur]
Dan untuk perempuan di manapun berada
Sudah saatnya kita bangkit dan bergerak
Melakukan perlawanan atas segala ketidakadilan!
Terima kasih kepada kawan-kawan Gema Alam NTB dan KP-SPM Lombok Timur atas semua ilmu dan inspirasi yang telah diberikan! ***[Terutama buat Haiziah Gazali, Muhammad Juaini (Gema Alam NTB); dan Agus Khairi (KP-SPM Lombok Timur]
Dan untuk perempuan di manapun berada
Sudah saatnya kita bangkit dan bergerak
Melakukan perlawanan atas segala ketidakadilan!
Kamis, 05 Maret 2015
Olimpiade Nasional MIPA Perguruan Tinggi (Bagian 1)
Sebuah informasi via sms datang dari seorang teman satu anggkatan di kampus, namanya Rohmatul Amna, biasa ku panggil Nha atau Amna. Dia mengabarkan bahwa pembina HMPS kami telah memilih 7 orang calon peserta (karena belum didaftarkan) untuk mengikuti Olimpiade Nasional Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam tingkat Perguruan Tinggi (ON MIPA-PT) yang akan dilaksanakan bulan depan di Bali, dan aku adalah salah satu calon peserta itu.
Pastinya senang sekali mendapatkan kepercayaan itu dari kampus, selain itu moment ini akan mempertemukanku kembali dengan beberapa orang temanku yang saat ini jarang bertemu karena mengurus proposal penelitian masing-masing, maklum kami sudah semester 8 sekarang, dan otomatis bersama mereka kaki ini akan dijejakkan kembali di pulau yang terkenal dengan Pulau Dewata.
::
Tadi siang, semua calon peserta berkumpul di kampus, bertemu dengan pembina HMPS, membicarakan tentang olimpiade tersebut. Beliau menjelaskan bahwa kesertaan kami dalam olimpiade itu masih menunggu persetujuan dari Wakil Ketua II kampus, dengan harapan proposal pendanaan yang diajukan disetujui. Semoga!
::
Untuk teman-temanku:
- Rohmatul Amna
- Ahlan Suadi
- Juliandi
- M. Abror
- Yulianti
- M. Zaoji
Tetap semangat bersama kalian!
Spesial untuk kedua orang tuaku dan untuk generasi muda yang tergabung dalam Kim Smart Community, aku akan berusaha semaksimal mungkin mengikuti kegiaatan ini, senyum bangga dari wajah kalian selalu menginspirasi!
I love you!
Rabu, 25 Februari 2015
Kawan-kawan yang Wisuda Hari ini, "Selamat ya!"
Ku dengar bahwa hari Sabtu ini kampus tempatku terdaftar sebagai mahasiswa akan mewisuda sejumlah mahasiswa. Ku katakan sejumlah karena memang aku tak tahu berapa jumlahnya, daripada mengira-ngira apalagi menyebut sebuah angka meski dengan mendahuluinya dengan kata sekitar lebih baik mengatakan sejumlah saja, kalau mau tahu berapa jumlahnya silahkan browshing dan buka website STKIP HAMZANWADI Selong. Ya, disanalah namaku terdafta sebagai mahasiswa, mahasiswa semester akhir yang belum sempat mengurus proposal penelitiannya, hehe.
Info tentang wisuda ini ku dengar dari salah seorang temanku yang menjadi dosen disana. Memang pernah dengar kalau kampus akan mewisuda mahasiswa pada tanggal 28 Februari 2015, dan gak nyangka kalau tanggal itu akan jatuh pada hari Sabtu besok.
Ku ucapkan Selamat kepada kawan-kawan yang memang tak ku kenal, tetapi karena berada disatu kampus yang sama maka kalian adalah kawan-kawanku, bahkan saudaraku. Sekali lagi selamat ya, semoga dengan perubahan status mahasiswa menjadi Sarjana menjadi langkah baru bagi kawan-kawan untuk berbuat yang terbaik bagi kehidupan!
Amiiiin!
Info tentang wisuda ini ku dengar dari salah seorang temanku yang menjadi dosen disana. Memang pernah dengar kalau kampus akan mewisuda mahasiswa pada tanggal 28 Februari 2015, dan gak nyangka kalau tanggal itu akan jatuh pada hari Sabtu besok.
Ku ucapkan Selamat kepada kawan-kawan yang memang tak ku kenal, tetapi karena berada disatu kampus yang sama maka kalian adalah kawan-kawanku, bahkan saudaraku. Sekali lagi selamat ya, semoga dengan perubahan status mahasiswa menjadi Sarjana menjadi langkah baru bagi kawan-kawan untuk berbuat yang terbaik bagi kehidupan!
Amiiiin!
"Sultan Mehmet II : Sang Penakluk" Karya John Freely
Sebagai seorang muslim, berbaik sangka terhadap segala sesuatu lebih utama daripada berburuk sangka, karena buruk sangka hanya akan mengotori hati. Terkait dengan buku disamping, meski merasa agak kecewa dengan isi bukunya dimana Sultan yang kami hormati sebagai seorang penakluk yang telah digambarkan oleh Rasululllah SAW sebagai sebaik-baiknya pemimpin, ternyata dalam buku ini digambarkan sebagai seorang panglima perang yang sangat kejam, begitu pula prajuritnya.
Perang memang tak lepas dari pembunuhan, tetapi apakah mungkin prajurit yang tak pernah lupa mengingat Allah SWT dan melandaskan sikap dan prilakunya pada Al-Quran dan Hadist akan melakukan penjarahan dan pemerkosaan terhadap rakyat di daerah taklukan? Aku tak bisa mempercayai isi buku ini. Meski begitu, selalu saja ada manfaat yang bisa diambil, dimana beberapa nama tempat diceritakan secara detil yang mudah-mudahan menjadi petunjuk untuk mencari tahu kebenaran sesungguhnya.
Amiiin!
Notes:
Apa yang tertulis di atas adalah kesimpulan sementara atas hasil bacaan hingga beberapa bab di awal, mungkin ada kawan-kawan yang punya analisis/kesimpulan berbeda terkait dengan isi buku tersebut, semoga bisa share di kolom komentar!
Selasa, 24 Februari 2015
Muhammad Al fatih (Sultan Mahmet II)

Ustad Felix Siauw berperan penting dalam perkenalanku dengan Sultan Muhammad Al Fatih, seorang penakluk Konstantinopel pada tahun 1453 M, dimana lewat ceramah-ceramah beliau yang terupload di Youtube dan status-status yang terposting di akun FB nya memberiku ketertarikan untuk mengetahui lebih jauh tentang peradaban Islam dan sosok Muhammad Al Fatih.
Maka perkenalan dengan Muhammad Al Fatih pun dimulai. Aku mulai mencari sumber-sumber yang berkaitan dengan beliau, dan tulisan Ustad Felix Siauw menjadi rujukan pertama, mengapa? Karena aku percaya penuh kepadanya (meski tak pernah bertemu langsung), alasannya hanya satu, "Felix Siauw menjadikan Al-Qur'an sebagai landasan sikap dan prilakunya".
Kesempatan untuk mendapatkan buku tersebut pun datang. Seorang keluarga yang bekerja di salah satu wilayah Jakarta Selatan menawariku sebuah buku (judul buku diserahkan kepadaku). Tawaran itu tak ku sia-siakan. Karena tawaran hanya satu buah buku, maka pilihan pun jatuh pada buku Felix Siauw yang kedua, "Muhammad Al-Fatih 1453". Dan apa yang terjadi? Apakah aku mendapatkan buku itu?
Ternyata Allah SWT punya rencana lain, dan mengaturnya untukku. Yang ku terima adalah buku pertama Ustad Felix, "Beyond The Inspiration" yang berbicara tentang Islam dan keimanan kepada Allah SWT, dan bagaimana di dalam buku itu di ceritakan sedikit tentang bagaimana Muhammad Al Fatih meyakini bahwa kemenangan dalam Penaklukan Konstantinopel diperoleh atas izin dan pertolongan Allah SWT.

Dan sekang Tuhan mempertemukanku dengan sebuah buku baru berjudul "Sultan Mahmet II, Sang Penakluk : Epos mengangumkan tentang pemimpin muslim Penaklukan Konstantinopel" yang ditulis oleh John Freely. Jika terhadap buku Felix Siauw aku percaya penuh atas kebenaran data dan informasinya, maka dengan buku yang terakhir ini aku bertanya, "Apakah semua data dan informasi yang terdapat dalam buku John ini berdasarkan fakta? Benarkah kehidupan Al Fatih seperti itu? (Karena kehidupan Al Fatih diceritakan dari sudut lain, perang/penaklukan, bukan dari sudut pandang keyakinannya kepada Tuhan** Baru baca sampe bab 4) Perlu banyak referensi lain untuk mengetahuinya!
Semoga Allah tetap memberi petunjuk untuk menguak kebenaran sejarah Peradaban Islam yang telah sekian lama diselubungkan untuk sebuah kepentingan.
Notes:
Thanks Untuk Lidya atas buku "Beyond the Insiration" dan Cu'Upa atas pinjaman bukunya: "Sultah Mahmet II - Sang Penakluk"
Semoga Allah SWT selalu memberikan perlindungan kepada kalian!
Amiiiin!
Kongres Gema Alam NTB (Hari Ketiga)
Jurit Baru, 22 Februari 2015
Dalam statuta organisasi telah ditetapkan bahwa dalam kongres hanya ketua yang tentukan, sementara pemilihan staf yang akan mengisi struktur organisasi akan dilaksanakan dalam musyawarah setelah kongres. Pemilihan ketua dilakukan dengan jalan musyawarah, karena di Gema Alam NTB tidak ada istilah voting.
Dalam proses penentuan calon ini oleh peserta kongres, diusulkan tiga orang calon yang terlihat di foto (Haiziah Gazali, Muhammad Hirsan, dan Mansyur), dan dari foto tersebut terlihat kekompakan dan keakuran calon alias tidak ada perseteruan dalam pencalonan.
Para calon mulai memaparkan visi dan misinya.
Alhamudillah, setelah musyawarah akhirnya ditetapkan Haiziah Gazali sebagai ketua Gema Alam NTB periode 2015-2018.
(Proses serah terima jabatan dari ketua lama dengan ketua baru)
Selamat untuk mbak Haiziah Gazali, semoga mampu memimpin Gema Alam NTB dengan baik, benar dan indah sehingga apa yang diperjuangkan oleh organisais bisa terwujud, yakni "terwujudnya tata kelola sumber daya alam dan lingkungan yang baik, adil dan berkelanjutan untuk kemaslahatan umat"
Notes:
Hari ini aku dan dua orang volunteer lainnya, Cu'Upa dan Puji ditetapkan sebagai anggota Gema Alam NTB. Terima kasih atas kepercayaan kawan-kawan!
Dalam statuta organisasi telah ditetapkan bahwa dalam kongres hanya ketua yang tentukan, sementara pemilihan staf yang akan mengisi struktur organisasi akan dilaksanakan dalam musyawarah setelah kongres. Pemilihan ketua dilakukan dengan jalan musyawarah, karena di Gema Alam NTB tidak ada istilah voting.
Dalam proses penentuan calon ini oleh peserta kongres, diusulkan tiga orang calon yang terlihat di foto (Haiziah Gazali, Muhammad Hirsan, dan Mansyur), dan dari foto tersebut terlihat kekompakan dan keakuran calon alias tidak ada perseteruan dalam pencalonan.
Para calon mulai memaparkan visi dan misinya.
Alhamudillah, setelah musyawarah akhirnya ditetapkan Haiziah Gazali sebagai ketua Gema Alam NTB periode 2015-2018.
(Proses serah terima jabatan dari ketua lama dengan ketua baru)
Notes:
Hari ini aku dan dua orang volunteer lainnya, Cu'Upa dan Puji ditetapkan sebagai anggota Gema Alam NTB. Terima kasih atas kepercayaan kawan-kawan!
Kongres Gema Alam NTB (Hari Kedua)
Jurit Baru, 21 Februari 2015
Dinginya pagi tak menyurutkan semangat kami untuk merangkai mimpi Gema Alam NTB.
Kerjasama yang baik, benar dan indah dengan mengedepankan logika, etika dan estetika adalah bagian dari cara kami mengukir mimpi itu. Perbedaan pendapat pasti ada tetapi dan itu dijadikan sebagai warna untuk memperindah mimpi-mimpi itu.
"Abang-abangku memang selalu kompak!"
Setiap suara di dengar, meski masih berstatus volunteer, kami diperlakukan sama dengan anggota lainnya. Di Gema Alam NTB memang tak dikenal istilah senior dan junior tetapi etika penghormatan selalu terjaga dan istilah senior dan junior cukup terekam dihati saja untuk menjaga etika dan estetika.
Dinginya pagi tak menyurutkan semangat kami untuk merangkai mimpi Gema Alam NTB.
Kerjasama yang baik, benar dan indah dengan mengedepankan logika, etika dan estetika adalah bagian dari cara kami mengukir mimpi itu. Perbedaan pendapat pasti ada tetapi dan itu dijadikan sebagai warna untuk memperindah mimpi-mimpi itu.
"Abang-abangku memang selalu kompak!"
Setiap suara di dengar, meski masih berstatus volunteer, kami diperlakukan sama dengan anggota lainnya. Di Gema Alam NTB memang tak dikenal istilah senior dan junior tetapi etika penghormatan selalu terjaga dan istilah senior dan junior cukup terekam dihati saja untuk menjaga etika dan estetika.
-- to be continue --
Kongres Gema Alam NTB (Hari Pertama)
Jurit Baru, 20 Februari 2015
Ruas jalan menuju lokasi kongres. Ini masih terbilang bagus, karena ruas berikutnya kondisinya lebih parah
Kongres ini akan diikuti oleh 13 orang yang terdiri atas 10 orang anggota Gema Alam NTB dan 3 orang volunteer, dan aku salah satunya. Karena kawan-kawan yang lain belum datang dan tidak semua kawan tahu lokasi kongres maka kami pun menunggu yang lain di rumah keluarga salah seorang anggota yang berlokasi di Dusun Bolen Desa Jurit Baru.
Yang terlihat di foto adalah anggota yang di gadang-gadang untuk dicalonkan menjadi ketua Gema Alam NTB periode 2015-2018.
Kawan-kawan mulai berdatangan.Beberapa orang diminta berangkat duluan dan yang belum datang akan ditunggu oleh salah satu kawan yang mengetahui lokasi kongres yang nantinya akan berperan sebagai guide.
Lokasi kongres, salah satu dusun di desa Jurit Baru yang merupakan rumah salah seorang Community Organizer (CO) komunitas.
Lokasi kongres mulai dipersiapkan.
Kongres dimulai dengan pembukaan oleh Ketua Gema Alam NTB periode 2012-2015, Muhammad Juaini.
Aku bersama salah seorang volenteer perempuan, Suhupawati yang biasa di panggil Cu'Upa, menjadi pendengar yang baik, menyimak setiap kata yang terlontar dari kawan-kawan ketika menganalisis draf Tata Tertib Kongres yang kemudian dilanjutkan dengan draf Statuta Gema Alam NTB.
Dalam kongres ini, aku bersama dua orang volunteer lainnya (Cu'Upa dan Puji) berperan sebagai panitia yang salah satu tugasnya adalah membuat notulensi kongres. Karena aku ingin mengikuti kongres dengan total maka untuk notulensi ku gunakan alat perekam (audio) untuk merekekam proses kongres, sehingga notulensinya bisa dibuat belakangan.
Ruas jalan menuju lokasi kongres. Ini masih terbilang bagus, karena ruas berikutnya kondisinya lebih parah
Kongres ini akan diikuti oleh 13 orang yang terdiri atas 10 orang anggota Gema Alam NTB dan 3 orang volunteer, dan aku salah satunya. Karena kawan-kawan yang lain belum datang dan tidak semua kawan tahu lokasi kongres maka kami pun menunggu yang lain di rumah keluarga salah seorang anggota yang berlokasi di Dusun Bolen Desa Jurit Baru.
Yang terlihat di foto adalah anggota yang di gadang-gadang untuk dicalonkan menjadi ketua Gema Alam NTB periode 2015-2018.
Kawan-kawan mulai berdatangan.Beberapa orang diminta berangkat duluan dan yang belum datang akan ditunggu oleh salah satu kawan yang mengetahui lokasi kongres yang nantinya akan berperan sebagai guide.
Lokasi kongres, salah satu dusun di desa Jurit Baru yang merupakan rumah salah seorang Community Organizer (CO) komunitas.
Lokasi kongres mulai dipersiapkan.
Kongres dimulai dengan pembukaan oleh Ketua Gema Alam NTB periode 2012-2015, Muhammad Juaini.
Aku bersama salah seorang volenteer perempuan, Suhupawati yang biasa di panggil Cu'Upa, menjadi pendengar yang baik, menyimak setiap kata yang terlontar dari kawan-kawan ketika menganalisis draf Tata Tertib Kongres yang kemudian dilanjutkan dengan draf Statuta Gema Alam NTB.
Dalam kongres ini, aku bersama dua orang volunteer lainnya (Cu'Upa dan Puji) berperan sebagai panitia yang salah satu tugasnya adalah membuat notulensi kongres. Karena aku ingin mengikuti kongres dengan total maka untuk notulensi ku gunakan alat perekam (audio) untuk merekekam proses kongres, sehingga notulensinya bisa dibuat belakangan.
-- to be continue --
Senin, 16 Februari 2015
Sosialisasi Peraturan Desa Tete Batu Selatan tentang Perlindungan Buruh Migran Indonesia (Bagian 1)
Lombok Timur, 14 Februari 2015. Pemerintah desa Tete Batu Selatan melakukan sosialisasi Peraturan Desa Tete Batu Selatan tentang Perlidungan
Buruh Migran Indonesia. Sosialisasi ini dilakukan bersama salah satu NGO di
Kabupaten Lombok Timur yang memang bergelut dalam isu Buruh Migran Indonesia
(BMI) dimana sosialisasi dilakukan dalam bentuk pementasan drama rudat yang
dimainkan oleh masyarakat lokal, beberapa diantaranya adalah staf desa Tete
Batu Selatan.
Acara dibuka sekitar pukul 9 malam WITA bertempat di
Lapangan Umum Tete Batu oleh Gunanto, Kepala Desa Tete Batu Selatan. Kemudian
dilanjutkan dengan sambutan dari staf NGO pendamping. Setelah itu pementasan
drama rudat dengan tema “Peraturan Desa Tete Batu Selatan tentang Perlindungan Buruh Migran Indonesia yang responsip gender”.
Drama dimulai dengan pembacaan narasi, kemudian diikuti
dengan sebuah adegan seorang lelaki berpakaian adat Sasak, Amaq Kulur, sedang
menyapu halaman rumahnya. Sementara istrinya, Inaq Qulur sedang mengurus anak
mereka yang akan berangkat ke sekolah. Tak lama kemudian lewatlah sepasang
suami istri, Inaq Sukun dan Amaq Sukun, mengajak ngobrol Amaq Kulur.
“Yoh, mbe seninaq de Amaq Kulur? Makat side nyapu lelah?” Tanya
Pak Sukun -- [Loh, mana istrnya Pak
Kulur? Kenapa Bapak yang menyapu halaman?]
“No, lek dalem. Ye nyekene rungu kanak sik gen lekaq
sekolan! Jawab Amaq Kulur --[Dia di
dalam, sedang mengurus anak yang akan berangkat sekolah]
“Kewende gawek pegawean dengan nine ini, bareh gitak ne ide
sik dengan, parande ide kalah sik tombong!” Ujar Amaq Sukun -- [Mau-maunya Bapak mengerjakan pekerjaan
perempuan, nanti dilihat sama orang, ntar dikatakan kalah sama perempuan]
“Ngene be eku je, ndek ku peduli epe ongkat dengan, sik
penting ku behegie bareng seninak ku, mun marak bese dengan je masa bodoh eku
sik ongkat dengan, ye sik ku tulung seninak ku ine adek ne ndak lelah lalok,
wah ne kelaang ite kakenan, rungu kanak sik berangkat sekolah kence sik lainnan,
masaq ndek te bau tulong ye sik ngene-ngene?” Jawab Amaq Kulur. -- [Kalau saya begini Pak, saya tidak peduli
orang mau bilang apa, yang penting saya bahagia bersama istri, seperti katanya
orang, “masa bodoh” saya dengan pendapat orang. Beginilah cara saya menolong
istri saya biar tidak terlalu lelah, sudah memasak, ngurus anak, dan lainnya, kok
untuk pekerjaan yang seperti ini tidak bisa saya bantu?]
“Mun eku je ndek kewe gawek sik ngeni-ngeni, ndek ku kewe te
paran kalah sik tombong!” Ujar Amaq Sukun --[Kalau
saya, saya ogah mengerjakan hal yang seperti ini, tidak mau saya nanti
dikatakan kalah sama perempuan]
“Marak ongkatku sik beruk, masa bodoh eku sik ongkat dengan,
alurang bae ne ngeraos dengan, yang penting eku kence seninaq ku behegie”.
Jawab Amaq Kulur. -- [Seperti yang sudah
saya katakan tadi, saya tidak peduli dengan katanya ornag, biarkan saja mereka
berkata apa, yang penting saya dan istri bahagia]
“Lamun ne ngeni sik de mikir kakak, legah senengku” Ujar
Inak Sukun. – [Kalau Kakak berfikir
seperti itu, tak terbayang bagaimana bahagia saya pak]
“No, seninak de doang ngeni ongkat ne, ndek te ke ilaq ke
jeri dengan meme?” Ujar Amaq Kulur – [Tu
kan, istrinya saja berkata seperti itu.
Apakah sebagai laki-laki kita tidak merasa malu?]
“Adoo... kemu je adik, nteh te lalo ngeno je!” Ujar Amaq
Sukun -- [Kamu kok bilang gitu dek? Ayo
kita pergi dari sini!]
To be Continue
Selasa, 10 Februari 2015
Suka Cita bersama Kawan-Kawan Sanggar Narariawani dalam Festival Kaliantan 4 (Bagian 2)
Senin, 9 Februari 2015
Menyambut pagi bersama kawan-kawan Sanggar Narariawani : Ratmaje, Aziz, Kirom dan Hariri
Kemacetan lalu lintas tak hanya terjadi di ruas-ruas jalan kota, tetapi daerah pinggiran kota pun mengalaminya, salah satunya adalah ruas jalan menuju Pantai Kaliantan yang berakibat pada banyaknya sepeda motor matic harus berhenti, terpaksa di hentikan dan didinginkan karena mengeluarkan asap, termasuk motor yang kami kendarai.
Kemacetan akhirnya berlalu tetapi mesin motor yang kami gunakan masih panas. Untung ada penjual es yang lewat, jadi bisa duduk santai menunggu mesin motor dingin dengan es yang tak kalah dinginnya!
Pemberhentian kedua di sebuah warung di pinggir jalan, masih dalam wilayah Kecamatan Jerowaru.
Kali ini bersama Ratmaje, Anis yang ke numpang ke kawar mandi dan salah satu pemeran dalam pementasan teater "Putri Mandalika" : Panglima (yang lagi nelpon)- lupa namanya!
Pemberhentian terkhir, di sebuah musholla kecamatan Labuhan Haji.
Notes:
Thanks buat kebaikan dan keramahan kawan-kawan Sanggar Narariawani : Ratmaje, Aziz, Winda, Tuti, Yanti, Oci, Roni, dan yang lainnya. Dan tak lupa pula terima kasih buat Kirom Semburat Cahaya dan Hariri atas jepretan-jepretan kameranya!
Menyambut pagi bersama kawan-kawan Sanggar Narariawani : Ratmaje, Aziz, Kirom dan Hariri
Kemacetan lalu lintas tak hanya terjadi di ruas-ruas jalan kota, tetapi daerah pinggiran kota pun mengalaminya, salah satunya adalah ruas jalan menuju Pantai Kaliantan yang berakibat pada banyaknya sepeda motor matic harus berhenti, terpaksa di hentikan dan didinginkan karena mengeluarkan asap, termasuk motor yang kami kendarai.
Kemacetan akhirnya berlalu tetapi mesin motor yang kami gunakan masih panas. Untung ada penjual es yang lewat, jadi bisa duduk santai menunggu mesin motor dingin dengan es yang tak kalah dinginnya!
Pemberhentian kedua di sebuah warung di pinggir jalan, masih dalam wilayah Kecamatan Jerowaru.
Kali ini bersama Ratmaje, Anis yang ke numpang ke kawar mandi dan salah satu pemeran dalam pementasan teater "Putri Mandalika" : Panglima (yang lagi nelpon)- lupa namanya!
Pemberhentian terkhir, di sebuah musholla kecamatan Labuhan Haji.
Notes:
Thanks buat kebaikan dan keramahan kawan-kawan Sanggar Narariawani : Ratmaje, Aziz, Winda, Tuti, Yanti, Oci, Roni, dan yang lainnya. Dan tak lupa pula terima kasih buat Kirom Semburat Cahaya dan Hariri atas jepretan-jepretan kameranya!
Suka Cita bersama Kawan-Kawan Sanggar Narariawani dalam Festival Kaliantan 4 (Bagian 1)
Minggu, 8 Februari 2015
Sore:
Alhamdulillah bisa tiba di Pantai Kaliantan dengan selamat (Di belakang panggung acara)
Perisean : Salah satu permainan khas Suku Sasak (Lombok) untuk menguji ketangkasan.
Salah satu mushalla di Kaliantan, terletak sekitar 1 km dari pusat kegiatan. Hanya ada satu buah tikar, dua karpet kecil berukuran kurang lebih 1,5 x 1 meter persegi, satu buah jam dinding, dan satu buah radio kecil.
Pemukiman penduduk (dekat mushalla). Selain masih kumuh, air sumur juga terasa asin. Lalu apakah air sumur itu yang mereka minum setiap hari? Gak sempat nanya ke warga setempat karena situasi dan kondisi yang kurang mendukung.
Bersama kawan-kawan Sanggar Narariawani yang akan melakukan pementasan teater berjudul "Putri Mandalika"
Senja mulai hadir. Kawan-kawan Sanggar mulai mempersiapkan diri untuk pentas.
Menghangatkan tubuh dengan secangkir kopi sambil menunggu pementasan teater "Putri Mandalika" oleh kawan-kawan Sanggar Narariawani.
Panggun mulai dipersiapkan untuk pementasan "Putri Mandalika" oleh kawan-kawan Sanggar Narariawani. Para penonton sangat antusias menunggu aksi kawan-kawan, dan aku salah satu dari penonton itu.
Salah satu adegan pementasan teater "Putri Mandalika" : Putri Mandalika (berkebaya kuning) diberi tahu oleh ayahanda-nya bahwa ia akan segera dinikahkan dengan salah seorang pangeran yang bisa memenangkan sayembara.
Air laut Kaliantan surut. Masyarakat beramai-ramai turun ke laut membawa segala perlengkapan yang dibutuhkan untuk sebuah kegiatan yang disebut "Bau Nyale" (Menangkap Nyale) dimana Nyale oleh masyarakat Lombok dipercaya sebagai jelmaan dari Putri Mandalika yang menceburkan diri ke laut karena tidak ingin memilih satu pun dari pangeran yang meminangnya.
Bau nyale dimulai sekitar pukul 4 dini hari, sehingga senter menjadi perlengkapan utama yang harus dibawa oleh masyarakat yang hendak melakukan penangkapan.Selain senter, perlengkapan lainnya yang harus dibawa adalah sorok, sandal/sepatu, tali rapia, kantung atau ember yang akan digunakan sebagai wadah hasil tangkapan.
Ketika "Bau Nyale" dilakukan, beberapa orang masyarakat bersorak, dimana sorakan tersebut dipercaya sebagai pemikat datangnya "Nyale" yang hendak mereka tangkap. Adapun nyale tersebut berupa cacing laut dengan beragam warna dimana warna cacing memiliki makna dan khasiat sendiri baik pada bidang kesehatan maupun pertanian.
Sore:
Alhamdulillah bisa tiba di Pantai Kaliantan dengan selamat (Di belakang panggung acara)
Perisean : Salah satu permainan khas Suku Sasak (Lombok) untuk menguji ketangkasan.
Salah satu mushalla di Kaliantan, terletak sekitar 1 km dari pusat kegiatan. Hanya ada satu buah tikar, dua karpet kecil berukuran kurang lebih 1,5 x 1 meter persegi, satu buah jam dinding, dan satu buah radio kecil.
Pemukiman penduduk (dekat mushalla). Selain masih kumuh, air sumur juga terasa asin. Lalu apakah air sumur itu yang mereka minum setiap hari? Gak sempat nanya ke warga setempat karena situasi dan kondisi yang kurang mendukung.
Bersama kawan-kawan Sanggar Narariawani yang akan melakukan pementasan teater berjudul "Putri Mandalika"
Senja mulai hadir. Kawan-kawan Sanggar mulai mempersiapkan diri untuk pentas.
Menghangatkan tubuh dengan secangkir kopi sambil menunggu pementasan teater "Putri Mandalika" oleh kawan-kawan Sanggar Narariawani.
Panggun mulai dipersiapkan untuk pementasan "Putri Mandalika" oleh kawan-kawan Sanggar Narariawani. Para penonton sangat antusias menunggu aksi kawan-kawan, dan aku salah satu dari penonton itu.
Salah satu adegan pementasan teater "Putri Mandalika" : Putri Mandalika (berkebaya kuning) diberi tahu oleh ayahanda-nya bahwa ia akan segera dinikahkan dengan salah seorang pangeran yang bisa memenangkan sayembara.
Air laut Kaliantan surut. Masyarakat beramai-ramai turun ke laut membawa segala perlengkapan yang dibutuhkan untuk sebuah kegiatan yang disebut "Bau Nyale" (Menangkap Nyale) dimana Nyale oleh masyarakat Lombok dipercaya sebagai jelmaan dari Putri Mandalika yang menceburkan diri ke laut karena tidak ingin memilih satu pun dari pangeran yang meminangnya.
Bau nyale dimulai sekitar pukul 4 dini hari, sehingga senter menjadi perlengkapan utama yang harus dibawa oleh masyarakat yang hendak melakukan penangkapan.Selain senter, perlengkapan lainnya yang harus dibawa adalah sorok, sandal/sepatu, tali rapia, kantung atau ember yang akan digunakan sebagai wadah hasil tangkapan.
Ketika "Bau Nyale" dilakukan, beberapa orang masyarakat bersorak, dimana sorakan tersebut dipercaya sebagai pemikat datangnya "Nyale" yang hendak mereka tangkap. Adapun nyale tersebut berupa cacing laut dengan beragam warna dimana warna cacing memiliki makna dan khasiat sendiri baik pada bidang kesehatan maupun pertanian.
Sabtu, 07 Februari 2015
Kaliantan
Kaliantan. Kau pernah mendengar kata itu? Bukan kalimantan kawan, tetapi Kaliantan. Itu merupakan salah satu wilayah di Kabupaten Lombok Timur yang sangat identik dengan ritual adat : bau nyale, sebuah ritual untuk mengenang Putri Mandalika (mungkin begitu, hmmm... nyesel banget gak rajin bertanya pada leluhur yang tahu legenda itu, tapi kalau kau ingin tahu bagaimana kisahnya, tinggal cari di Om Google)
Meski termasuk suku Sasak yang menghuni Pulau Lombok sejak lahir, aku belum pernah berkunjung ke tempat itu. Secara, lingkungan tempat tinggalku memiliki kultur bahwa perempuan itu di rumah, dan tak pantas untuk nggelamang (baca: berkeliaran), apalagi ku dengar tempat itu sangat rawan untuk dikunjungi oleh perempuan. Itu sih ceritanya, belum dibuktikan benar atau salahnya. Dan senengnya besok siang aku memiliki kesempatan untuk berkunjung kesana bersama kawan-kawan sanggar yang hendak melakukan pementasan teater.
Meski termasuk suku Sasak yang menghuni Pulau Lombok sejak lahir, aku belum pernah berkunjung ke tempat itu. Secara, lingkungan tempat tinggalku memiliki kultur bahwa perempuan itu di rumah, dan tak pantas untuk nggelamang (baca: berkeliaran), apalagi ku dengar tempat itu sangat rawan untuk dikunjungi oleh perempuan. Itu sih ceritanya, belum dibuktikan benar atau salahnya. Dan senengnya besok siang aku memiliki kesempatan untuk berkunjung kesana bersama kawan-kawan sanggar yang hendak melakukan pementasan teater.
Sabtu, 24 Januari 2015
Itu Bukan Urusan Saya?
Saat tanah petani dirampas dengan semena-mena
Saat generasi muda dirusak dengan beragam cara
Dan saat kau sadar bahwa dirimu dididik untuk menjadi budak yang baik
Masihkah kau bisa tertawa?
Dan mengutip kalimat presiden, "Itu bukan urusan saya!"
Saat generasi muda dirusak dengan beragam cara
Dan saat kau sadar bahwa dirimu dididik untuk menjadi budak yang baik
Masihkah kau bisa tertawa?
Dan mengutip kalimat presiden, "Itu bukan urusan saya!"
Bergerak dan Lawan!
Perjuangan tak hanya dilakukan dengan turun ke medan perang
Berada di belakang layar dan menyiapkan semua kebutuhan perang
Pun bagian dari perjuangan
Karena setiap orang punya peran masing-masing dalam perjuangan itu
Apalagi hari ini perang tak lagi menggunakan senjata pemusnah
Tetapi sebuah strategi yang dikemas dengan sangat cantik
Seperti yang dilakukan para imprealis!
Berada di belakang layar dan menyiapkan semua kebutuhan perang
Pun bagian dari perjuangan
Karena setiap orang punya peran masing-masing dalam perjuangan itu
Apalagi hari ini perang tak lagi menggunakan senjata pemusnah
Tetapi sebuah strategi yang dikemas dengan sangat cantik
Seperti yang dilakukan para imprealis!
Minggu, 04 Januari 2015
Langganan:
Komentar (Atom)

































