Minggu, 14 September 2014

Aku dan Progrma Kerja KKN

Secara akademik sebenarnya aku sangat malu dengan perkembangan progam KKN yang kami jalani. Bagaimana mungkin sekelompok orang dengan label mahasiswa menjadikan "Mantok Batu" (memecah batuan) sebagai program KKN ?(Sebenarnya perapian parkiran nama programnya, tetapi karena di parkiran ada batu/sisa bahan bangunan yang sudah membatu, maka itu harus dihancurkan, makanya ku sebut dengan istilah Mantok Batu) Jika pemecahan batuan tersebut dilakukan dengan cara cerdas dimana mahasiswa memecah bebatuan itu dengan pikiran bukan dengan tenaga. Tetapi yang terjadi adalah yang kedua, kawan-kawanku terlalu malas untuk berfikir bagaimana cara cerdas untuk menghancurkan bebatuan tersebut sehingga efektifitas waktu dan tenaga tetap terjaga. Tetapi kebanyakan kawanku bukanlah pemikir, mereka pekerja. Dan suaraku masih terlalu kecil untuk mereka dengarkan.

Melihat kondisi seperti itu aku mencoba melawan dengan bersikap tegas pada keadaan. Aku berharap mendapat dukungan dari kawan-kawan yang pro dengan ideku, tetapi kekecewaan harus ku telan karena saat forum dibuka, para pendukungku itu memilih diam, dan yang muncul adalah kontradiksi antara mahasiswa pemikir dan mahasiswa pekerja, 2 orang dari 16 orang yang ada, aku dan salah seorang kawan yang kawan-kawan juluki dengan nama Tubang, singkatan dari Tua Bangka.

Lama-lama aku merasa pernyataan-pernyataan yang ku ungkapkan terasa sia-sia, tak ada yang mendengarkan. Ya, sudah, kalau bergitu aku terpimpin saja dan fokus dengan segala misi yang telah kurancang dalam PPL-KKN ini, misi pribadi untuk mengupayakan pendidikan yang terbaik bagi generasi muda. Ya, aku fokus pada masalah itu saja, disamping mengerjakan tugas asistensi penelitian yang ku ikuti.

Dan sekarang, batu itu telah berhasil dipecahkan, parkiran telah merata. Program kerja KKN berpindah ke Perapian Taman, dan lagi disini aku memilih terpimpin saja, dan mengikuti kegiatan KKN itu dengan semampuku, secara aku sebenarnya tak suka bekerja tanpa perencanaan yang matang, sementara kawan-kawanku selalu memilih teknik bekerja dulu baru mikir.

So, perbedaan memang harus dihargai. Oleh karena itu aku mencoba menghargai semua tindakan kawan-kawanku dan tetap berpartisipasi dalam program KKN tersebut, tetapi maaf gak bisa 100%.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar