Rabu, 10 September 2014

Kirana dan Elvita

Hari ini senyum dua perempuan kecil terlihat begitu indah di bawah sinar mentari pagi dengan sudut cahaya lebih kurang 40 derajat, dua buah senyuman yang tak ku sangka akan hadir pada wajah salah satunya yang hari sebenarnya dalam kondisi kurang sehat (menurut neneknya). Mereka menari, berlari, dan terjatuh dalam kesengajaan yang disertai dengan tawa yang begitu riang.

Ku perkenalkan nama kedua perempuan kecil itu adalah Kirana dan Evita (bukan nama sebenarnya). Sebaiknya kugunakan kata "gadis kecil" saja untuk menyebut anak-anak itu, anak-anak yang masih berusia kurang dari 5 tahun, anak-anak yang masih memandang dunia sebagai permainan dengan segala keasyikannya, anak-anak yang tak menyadari bahwa mereka sudah tak memiliki keluarga yang utuh, tetapi mereka masih bisa tertawa dengan begitu bahagia, ya namanya juga anak-anak!

Sadar akan masa depan mereka yang harus cemerlang, aku berfikir apa yang bisa kulakukan untuk anak-anak itu? Bingung!

Menyiapkan pendidikan terbaik untuk mereka, dan anak-anak lainya di pulau ini adalah suatu mimpi yang ku harap bisa terwujud, memberikan penyadaran kepada para orang tua agar bisa memahami mereka adalah niat yang entah kapan bisa ku laksanakan, dan banyak lagi mimpi-mimpi lainnya. Ah, Siapa kau? Mungkin orang akan bertanya seperti itu. Aku tak peduli dengan dengan semua komentar orang yang mungkin saja akan menyebutku gila dengan semua mimpi-mimpi itu. Dan sebenarnya aku bahagia disebut sebagai orang gila, bukankah orang-orang hebat di muka bumi ini seringkali dikatakan gila oleh mereka yang tak percaya akan segala kemungkinan yang ada dan orang-orang yang tak percaya akan kekuasaan Tuhan.

Bukankah Tuhan hanya tinggal mengatakan "Jadilah!" pada segala sesuatu yang ia kehendaki.
Maka "Jadilah ia"

Dan kau kawan, apa yang ingin kau lakukan untuk generasi muda?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar