Hari ini merupakan hari pertama ujian mid smester siswaku (kalau boleh menyebut begitu) di SMA tempatku menjalani program PPL-KKN Kependidikan. Mata Pelajaran yang diujikan pun adalah mata pelajaran yang ku ampu, Matematika Wajib, sehingga bagi kami, aku dan siswaku di XI IPS 4, hari ini merupakan pembuktian atas usaha kami dalam membangun perubahan, membuktikan bahwa anak IPS pun bisa jago matematika. AKu berdoa untuk mereka, siswa kelas XI IPS 4 semoga mampu menjawab soal-soal yang diberikan dengan baik dan benar.
Aku sekarang berada di lobi sekolah, ya disanalah kami (mahasiswa PPL) di tempatkan, karena ruang guru terlalu sesak untuk diisi lagi oleh 16 orang mahasiswa. Sebenarnya aku ingin kami berada di ruang guru saja, mengamati setiap sikap dan prilaku guru-guru, mendengar apa yang mereka obrolkan tentang siswa sehingga aku bisa belajar dengan mereka, dan mendapatkan inspirasi tentang apa yang mestinya kulakukan untuk siswa-siswaku.
Tetapi mengeluh bukanlah sifatku. Aku mencoba mengamati dari tempat ini apa yang ingin ku amati, mendengar dengan seksama suara-suara yang bisa tertangkap oleh inderaku, dan menyimpannya menjadi data penting yang suatu saat nanti bisa ku manfaatkan untuk memperbaiki segala teknik yang kugunakan untuk perubahan itu. Ya, aku benar-benar ingin perubahan itu terjadi, siswa-siswa yang semula belajar karena rasa takut akhirnya mampu belajar dengan senang hati karena mereka menyukainya, mengabaikan niai yang tentu saja akan mereka dapatkan sesuai dengan apa yang mereka usahakan. Lagipula untuk apa nilai A tetapi siswaku tak bahagia dengan hal itu? Bagaimana aku bisa berkata begitu? Seandainya kau berada disini kawan dan memperhatikan wajah-wajah generasi muda yang terlihat tegang dan ketakutan, mungkin mereka takut dengan segala intimidasi yang mereka terima dari lingkungannya, intimidasi atas sesuatu yang mereka sebut nilai. Tetapi mungkin masyarakat sekolah ini tak pernah menyadari atas kehadiran intimidasi itu, karena terkait hal tersebut aku lah yang menyimpulkan. Dasar penyimpulannya? Pengamatan yang ku lakukan setiap hari.
Kau masih ingat ceritaku tentang Renita?
Hari ini aku juga janjian untuk bertemu dengannya di lobi untuk membicarakan beberapa hal. Aku menaruh harapanku pada anak itu, harapan untuk perubahan itu, setidaknya di kelas itu ada pembuktian bahwa setiap anak sebenarnya bisa matematika, dan matematika bukanlah suatu hal yang menakutkan seperti anggapan sebelumnya.
Aku berencana akan bertanya tentang beberapa hal pada Renita, tentang identitasnya, dan rencana ke depan atas apa yang akan kami lakukan. Aku ingin hubungan silaturrahmi kami tetap terjalin meski sebulan lagi kami harus berpisah (penarikan PPL-KKN dilaksanakan tanggal 14 Oktober). Bagaimana caranya? Tentu aku harus mengenalnya dulu lebih dekat sehingga aku tahu apa yang bisa ku lakukan untuknya, dan untuk teman-temannya di kelas XI-IPS 4.
Semoga Renita dan kawan-kawan bisa menyelesaikan semua soal Mid Semester dengan baik dan benar sehingga terbukti bahwa dengan usaha yang sungguh-sungguh, niali sempurna (A atau 100) bisa didapatkan, dan yang terpenting bukanlah nilai itu tetapi mereka menikmati dan bahagia dengan semuanya!!
Bagiku mereka sangat istimewa!
Siswa Kelas XI IPS 4
Tidak ada komentar:
Posting Komentar