Mengapa ilmu pengetahuan selalu menjadi milik sebagian besar laki-laki? Jika kau tak percaya Kawan, coba hitung berapa jumlah perempuan yang menjadi ilmuan, yang menjadi politikus, yang menjadi pemimpin, dan sebagainya? Ya, benar tetap saja ada pengecualian. Dimanakah perempuan menduduki peringkat no. 1 dari segi kuantitas?
Coba kau perhatikan kawan, dan kau boleh juga berhitung saat kau menonton televisi. Iklan-iklan banyak mempekerjakan perempuan, buruh pabrik, pembantu rumah tangga dan sebagainya. Ya, perempuan menjadi no. 1 di tempat-tempat seperti itu, dan menyedihkannya mereka senang dengan semua itu, dan kita yang sadar akan dampaknya untuk perempuan serta generasi muda haruskah ikut bahagia hanya karena melihat perempuan kita terkenal dengan cara seperti itu.
Sudah saatnya kaum perempuan berada di tempa yang lebih baik, dan tentunya pendidikan adalah solusi terbaik untuk mewujudkannya. Sekarang memang perempuan sudah diberikan kesempatan berpolitik dengan kehadirannya dalam pesta demokrasi negeri ini masuk dalam kategori wajib, tetapi dengan kapasitas yang dimiliki oleh sebagian besar perempuan hari ini mampukah perempuan bersaing dengan laki-laki? Bisa saja, asal perempuan kita di didik dengan baik, tidak hanya diberi kesempatan untuk berpartisipasi tetapi berkompetisi merebut posisi dimana akhirnya dia mampu menyuarakan hak-hak kaumnya yang selama ini tak terpenuhi, terpolitisir, dan sebagainya. Sudah saatnya perempuan bangkit dari segala ketidakbenaran yang terjadi, dari ketidakadilan yang dialami, bukan untuk menunjukkan kehebatannya dan mengatakan bisa seperti lelaki tetapi agar kehidupan ini berimbang, tenang dan damai. Tak ada lagi klaim-klaim bahwa lelaki lebih baik dari perempuan, tak ada lagi pelabelan yang mengatakan bahwa perempuan berada di bawah kekuasaan lelaki, tetapi lelaki dan perempuan bisa berjalan berdampingan membangun negeri, membangun kehidupan yang adil dan lestari.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar